Jakarta

Dongeng Anak: Kancil dan Si Merak Sombong

Zainal Abidin | 19 Desember 2025, 20:30 WIB
Dongeng Anak: Kancil dan Si Merak Sombong

AKURAT JAKARTA - Di sebuah hutan yang hijau dan penuh kehidupan, setiap hewan memiliki keunikan dan sifat yang berbeda-beda.

Ada yang dikenal karena kecerdikannya, ada pula yang bangga pada keindahan dirinya.

Dari perbedaan itulah, hutan menjadi tempat belajar tentang arti persahabatan, kerendahan hati, dan sikap saling menghormati.

Baca Juga: Rayakan 30 Tahun Berkarya, Asian Kung-Fu Generation Gelar Konser Spesial di Jakarta pada April 2026, Cek Harga Tiketnya di Sini!

Kisah berjudul "Kancil dan Si Merak Sombong" ini akan mengajak kamu mengenal kisah Kancil yang bijaksana dan Merak yang cantik, serta pelajaran berharga yang mereka temukan bersama.

Dongen "Kancil dan Si Merak Sombong" ini diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta

Kancil dan Si Merak Sombong

Baca Juga: Daftar 8 Destinasi Wisata Pantai Indah Kapuk yang Wajib Masuk Wishlist Kamu di Musim Liburan

Di sebuah hutan yang hijau dan rindang, hidup berbagai macam hewan.

Ada si Kancil yang cerdik dan rendah hati, serta Merak yang terkenal dengan bulu ekornya yang indah.

Kancil selalu membantu teman-temannya tanpa banyak bicara.

Baca Juga: Daftar 8 Destinasi Wisata Pantai Indah Kapuk yang Wajib Masuk Wishlist Kamu di Musim Liburan

Kalau ada tupai yang kehilangan kacang, Kancil membantu mencarikannya.

Kalau ada kelinci yang kesulitan membuat lubang, Kancil ikut menggali.

Sebaliknya, Merak selalu berjalan dengan kepala terangkat tinggi.

Baca Juga: Olahraga Bakar Kalori Tanpa Alat, Cocok untuk Kamu yang Sibuk

Ia sering berkata, "Tidak ada yang secantik aku di hutan ini. Semua harus menghormatiku!"

Suatu hari, hutan dilanda kemarau panjang.

Sungai mulai surut, dan makanan menjadi sulit dicari.

Baca Juga: Dongeng Anak: Kerjasama Tim Kancil

Semua hewan bekerja sama mencari sumber air baru.

Kancil ikut membantu mengatur kelompok pencari air.

Ia memikirkan jalur terdekat menuju mata air yang pernah ia temukan.

Baca Juga: Merapat! Konser Gratis Dewa-19 dan Ello di Puncak Perayaan Akhir Tahun 2025 di Jakarta

Kancil menunjuk peta sederhana di tanah, hewan-hewan berkumpul mendengarkan.

Merak malah sibuk membersihkan bulunya.

"Aku terlalu cantik untuk bekerja kotor-kotoran," ujarnya sambil bercermin di genangan air.

Baca Juga: Jakarta Light Festival 2025 Hiasi Kota Tua, Suguhkan Taman Cahaya dan Atraksi Seni di Akhir Tahun

Hari berikutnya, kelompok yang dipimpin Kancil berhasil menemukan mata air baru.

Semua hewan senang dan berterima kasih.

Kancil tersenyum bahagia.

Baca Juga: Rahasia Olahraga Sederhana agar Lebih Efektif Membakar Kalori

Namun, Merak datang belakangan.

Ia langsung menyingkirkan kelinci kecil yang sedang minum, sambil berkata, "Aku yang harus duluan, aku kan raja kecantikan di sini."

Kancil memandang Merak dengan wajah kecewa.

Baca Juga: Tulang Rapuh Bukan Karena Usia, Bisa Jadi karena Kebiasaan Sehari-hari

Hewan-hewan mulai tidak suka dengan sikap Merak.

Mereka berbisik-bisik, "Merak hanya memikirkan dirinya sendiri."

Lama-lama, semua menghindari Merak.

Baca Juga: Dampak Kesehatan Tulang Tidak Dijaga, Efeknya Tak Sekadar Nyeri

Saat bermain atau makan bersama, tidak ada yang mau duduk di sebelah Merak ataupun menemaninya.

Merak mulai merasa sepi, kesepian.

Ia tidak mengerti mengapa semua temannya menjauh.

Baca Juga: Cara Menjaga dan Memperkuat Kesehatan Tulang Sejak Dini

Akhirnya, Merak menemui Kancil.

"Kenapa semua menjauh dariku? Bukankah aku cantik?" tanya Merak.

Kancil menjawab pelan, "Kecantikan luar akan pudar jika hati kita buruk. Kalau kamu merendahkan dan menyakiti orang lain, mereka akan menjauh."

Baca Juga: Bukan Sekadar Aturan, Ini Penyebab Foto Paspor Nggak Boleh Senyum

Merak terdiam. Ia jadi merenung. Merak mulai teringat semua sikap sombongnya selama ini.

Keesokan harinya, Merak berubah.

Ia membantu tupai membawa kacang, menolong kelinci menggali lubang, dan tidak lagi menyerobot saat minum.

Baca Juga: Konser Amal di Jogja: Hanyengkuyung Sumatra Digelar 23 Desember 2025, Hadirkan 14 Musisi dari Letto, Kunto Aji hingga Rebellion Rose

Perlahan-lahan, hewan-hewan mulai kembali ramah padanya, memboehkan Merak ikut bermain bersama.

Mereka melihat Merak yang baru, lebih rendah hati dan mau menghormati teman.

Merak belajar satu hal penting: "Bersikap baik dan menghormati orang lain akan membuat kita dihormati dan disayangi."

Baca Juga: Ternyata Sehat Belum Tentu Tepat, Ini Daftar Buah yang Bisa Mengganggu Tidur Malammu

Sejak itu, hutan kembali damai. Kancil tetap menjadi si pintar yang rendah hati, dan Merak menjadi cantik luar dalam.

Setelah kejadian itu juga hutan kembali dipenuhi tawa dan kebersamaan.

Para hewan hidup rukun, saling membantu tanpa memandang siapa yang paling hebat atau paling cantik.

Baca Juga: Naik KRL Saat Libur Nataru Tetap Nyaman dengan Mengikuti Tips Berikut Ini

Kancil dan Merak menjadi contoh bahwa hati yang baik jauh lebih berharga daripada kelebihan apa pun.

Dari kisah ini, kamu bisa belajar bahwa sikap rendah hati dan menghormati sesama akan membuat hidup terasa lebih indah dan penuh sahabat.

Versi animasi Kancil dan Si Merak Sombong ini bisa kamu tonton lewat LINK ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.