Jakarta

Telur Tak Selalu Aman, Ini 5 Kelompok Orang yang Perlu Membatasinya

Zainal Abidin | 23 Desember 2025, 17:30 WIB
Telur Tak Selalu Aman, Ini 5 Kelompok Orang yang Perlu Membatasinya

AKURAT JAKARTA - Telur kerap dianggap sebagai sumber protein yang praktis dan bergizi untuk dikonsumsi sehari-hari.

Namun, tidak semua orang dianjurkan mengonsumsi telur dalam jumlah bebas.

Dalam pembahasan 5 kelompok orang yang perlu batasi telur, ada kondisi kesehatan tertentu yang membuat konsumsi telur harus lebih dikontrol.

Baca Juga: Viral Cocoklogi Unggahan Lama Aura Kasih dan Ridwan Kamil Bikin Netizen Penasaran

Dengan memahami kelompok yang dimaksud, kamu bisa menyesuaikan pola makan agar tetap aman dan seimbang.

Berikut ini setidaknya lima kelompok orang yang sebaiknya membatasi konsumsi telur agar tidak menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

1. Orang dengan riwayat alergi

Baca Juga: Isu Pihak Ketiga Mencuat di Tengah Perceraian Ridwan Kamil, Kuasa Hukum Beri Bantahan Tegas

Salah satu kelompok utama yang perlu membatasi konsumsi telur adalah mereka yang memiliki alergi telur.

“Orang yang sebaiknya menghindari konsumsi telur termasuk mereka yang memiliki alergi telur,” tutur Dinh Tran.

“Suatu kondisi yang paling umum terjadi pada anak-anak kecil dan dapat menyebabkan ruam kulit, kesulitan bernapas, dan anafilaksis,” sambungnya.

Baca Juga: Konser Gratis Rizky Febian, D’Masiv hingga Vierratale di Purbalingga Music Festival 2025, Catat Tanggalnya!

Bagi kamu yang memiliki riwayat alergi, paparan telur dapat memicu reaksi serius sehingga perlu benar-benar dihindari.

2. Penderita kolesterol tinggi

Mereka yang memiliki kolesterol tinggi atau gangguan lipid juga disarankan membatasi konsumsi telur, terutama bagian kuningnya.

Baca Juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Eka Hospital Sukses Operasi 100 Lutut Berbasis Robotik

Kuning telur mengandung kolesterol yang dapat memengaruhi kadar lemak darah.

“Namun, bagi kebanyakan orang, mengonsumsi 1–2 butir telur utuh per hari memiliki efek minimal pada kadar lipid darah,” kata dia.

Artinya, pembatasan lebih ketat perlu diterapkan pada kamu yang memang memiliki masalah kolesterol.

Baca Juga: Terlihat Sehat, 7 Buah Ini Ternyata Pantangan Saat Diare

3. Penderita penyakit hati kronis

Individu dengan penyakit hati kronis seperti sirosis atau gagal hati perlu lebih berhati-hati.

Dinh Tran menilai kelompok ini perlu mengurangi asupan lemak untuk menekan beban kerja hati.

Baca Juga: Film TIMUR: Mengenang Mapenduma Lewat Laga Sinematik Iko Uwais

“Meskipun telur yang dikonsumsi secara moderat umumnya aman, karena kolin dalam kuning telur dapat mendukung metabolisme lemak hati dalam banyak kasus, orang dengan penyakit hati berlemak sebaiknya menghindari konsumsi kuning telur yang berlebihan,” ujarnya.

4. Penderita penyakit ginjal kronis

Penderita penyakit ginjal kronis juga termasuk kelompok yang perlu membatasi telur.

Baca Juga: Film TIMUR: Mengenang Mapenduma Lewat Laga Sinematik Iko Uwais

Hal ini berkaitan dengan pengelolaan asupan protein agar tidak memicu komplikasi.

“Orang dengan penyakit ginjal kronis perlu mengelola asupan protein, tetapi mereka masih dapat mengonsumsi putih telur, asalkan total protein harian mereka dihitung bersama dengan tenaga medis atau ahli gizi,” ucapnya.

5. Penderita diabetes dan obesitas

Baca Juga: Ancol Siapkan Liburan Penuh Ceria untuk Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Orang dengan diabetes dan obesitas disarankan mengurangi konsumsi telur.

Dilansir dari VeryWellHealth, sebuah studi menyebutkan konsumsi satu butir telur per hari dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada kelompok ini.

Risiko penyakit jantung juga meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga lansia perlu lebih bijak mengatur konsumsi telur. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.