Jakarta

Liburan Tetap Bahagia, Ini Trik Mindful Traveling Bareng Keluarga

Zainal Abidin | 23 Desember 2025, 18:00 WIB
Liburan Tetap Bahagia, Ini Trik Mindful Traveling Bareng Keluarga

AKURAT JAKARTA - Liburan keluarga sering dianggap momen menyenangkan, tetapi nyatanya liburan keluarga juga bisa memicu stres.

Konsep mindful traveling kini mulai banyak dibahas sebagai solusi agar liburan keluarga lebih tenang dan bermakna.

Mindful traveling menekankan kesadaran, fleksibilitas, dan pengelolaan emosi selama perjalanan.

Baca Juga: Film TIMUR: Mengenang Mapenduma Lewat Laga Sinematik Iko Uwais

Dengan pendekatan ini, kamu tidak hanya fokus pada destinasi, tetapi juga menikmati setiap proses liburan tanpa tekanan berlebihan.

Liburan bersama keluarga memang menjadi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan dan menciptakan kenangan indah.

Namun, di balik semangat merencanakan perjalanan, rasa cemas kerap muncul akibat persiapan yang rumit, perbedaan ekspektasi, hingga kekhawatiran jika rencana tidak berjalan sempurna.

Baca Juga: Film TIMUR: Mengenang Mapenduma Lewat Laga Sinematik Iko Uwais

Survei dari American Psychological Association menunjukkan bahwa hampir separuh responden, yakni 49 persen, mengalami peningkatan stres saat liburan.

Bahkan, 43 persen mengaku kesulitan menikmati waktu liburan sepenuhnya karena tekanan yang muncul.

Stres saat liburan cenderung lebih terasa bagi kamu yang sering bepergian bersama keluarga besar, baik saat libur sekolah, akhir tahun, maupun perjalanan singkat di sela kesibukan.

Baca Juga: Viral Cocoklogi Unggahan Lama Aura Kasih dan Ridwan Kamil Bikin Netizen Penasaran

Semakin padat rencana dan banyak destinasi yang ingin dikunjungi, semakin besar pula potensi stres akibat detail yang tidak sesuai harapan.

Di sinilah mindful traveling berperan penting untuk membantu kamu mengelola ekspektasi dan menikmati liburan apa adanya.

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah membuat rencana perjalanan yang realistis.

Baca Juga: Isu Pihak Ketiga Mencuat di Tengah Perceraian Ridwan Kamil, Kuasa Hukum Beri Bantahan Tegas

Susun itinerary yang tidak terlalu padat dan tetap menyediakan waktu istirahat, terutama jika bepergian dengan anak-anak atau orang tua.

Rencana yang fleksibel akan membuat perjalanan terasa lebih santai dan tidak melelahkan.

Selain itu, komunikasi terbuka dengan keluarga juga menjadi kunci.

Baca Juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Eka Hospital Sukses Operasi 100 Lutut Berbasis Robotik

Diskusikan tujuan, aktivitas, serta preferensi masing-masing sebelum berangkat.

Komunikasi yang jelas membantu mengurangi potensi konflik dan membuat setiap anggota keluarga merasa dihargai.

Kamu juga bisa menyisipkan aktivitas mindful bersama keluarga, seperti jalan santai tanpa gadget, ngobrol santai sebelum tidur, atau sekadar menikmati suasana sekitar.

Baca Juga: Konser Gratis Rizky Febian, D’Masiv hingga Vierratale di Purbalingga Music Festival 2025, Catat Tanggalnya!

Momen sederhana ini dapat mempererat hubungan dan membuat liburan terasa lebih bermakna.

Mengelola ekspektasi juga tak kalah penting.

Perubahan cuaca, jadwal yang bergeser, atau anak yang tiba-tiba rewel bukan berarti liburan gagal.

Baca Juga: Terlihat Sehat, 7 Buah Ini Ternyata Pantangan Saat Diare

Dengan pola pikir yang lebih fleksibel, kamu bisa menikmati perjalanan tanpa drama.

Terakhir, mindful traveling juga berarti siap menghadapi hal tak terduga.

Survei dari The Traveler menunjukkan bahwa 65 persen responden mempertimbangkan asuransi perjalanan demi ketenangan pikiran.

Baca Juga: Telur Tak Selalu Aman, Ini 5 Kelompok Orang yang Perlu Membatasinya

Dengan perlindungan yang tepat, kamu bisa fokus menikmati waktu bersama keluarga tanpa rasa khawatir berlebihan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.