Jakarta

6 Strategi Membaca Lebih Banyak di 2026 Tanpa Terasa Dipaksa

Zainal Abidin | 7 Januari 2026, 09:30 WIB
6 Strategi Membaca Lebih Banyak di 2026 Tanpa Terasa Dipaksa

AKURAT JAKARTA - Target membaca di 2026 sering terasa menakutkan karena kamu membayangkan tumpukan buku yang belum sempat disentuh.

Target membaca juga kerap gagal karena kamu hanya mengejar angka, bukan menikmati prosesnya.

Target membaca sebetulnya bisa terasa lebih ringan kalau kamu mengubah cara pandang dan kebiasaan kecil setiap hari.

Baca Juga: Wow, Padi Reborn Siapkan Konser Intim dengan Panggung 360 Derajat

Kamu tak perlu memaksa diri, cukup menyusun strategi yang realistis dan fleksibel.

Dengan pendekatan ini, kebiasaan membaca bertransformasi menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan beban.

Psikolog dan pegiat literasi membagikan sejumlah langkah praktis agar kamu lebih konsisten sepanjang tahun. 

Baca Juga: Transisi Hari-hari Pertama Sekolah, Kenali Kesalahan Kecil Orang Tua yang Diam-diam Membebani Anak

1. Tetapkan tujuan dan niat

Renungkan alasan kamu ingin lebih banyak membaca: ikut tren BookTok, mengurangi layar, atau memperdalam pengetahuan.

Jika fokusmu kuantitas, manfaatkan aplikasi seperti Goodreads atau Storygraph. “Bagi saya, itu adalah kesengajaan,” kata Woodworth.

Baca Juga: Transisi Hari-hari Pertama Sekolah, Kenali Kesalahan Kecil Orang Tua yang Diam-diam Membebani Anak

“Sadari bahwa ada begitu banyak momen sepanjang hari di mana kamu bisa membaca, hanya saja kamu mungkin belum memilih untuk melakukannya.”

2. Beri kesempatan melalui 50 halaman pertama

Carr menyarankan membaca minimal 50 halaman untuk memahami karakter, gaya, dan alur.

Baca Juga: Dari Fosil hingga Budaya Awal, Wisata Edukatif di Museum Nasional Indonesia

“Tidak setiap buku akan langsung menarik perhatian kita di halaman pertama atau bahkan bab pertama,” kata Carr.

“Kesan pertama itu penting dan saya pikir hal yang sama berlaku untuk buku.”

3. Ciptakan rutinitas membaca

Baca Juga: Kamu Bisa Masuk Museum Nasional Tanpa Bayar? Cek Syarat Resminya di Sini

Woodworth membaca 30 menit saat bangun, sementara Carr memilih puisi sebelum tidur dan menaruh porsi membaca di siang hari.

Jika kamu sering tertidur saat membaca malam, ubah tempat: kedai kopi bisa jadi solusi.

4. Jangan pernah keluar tanpa buku

Baca Juga: Menyusuri Alam Semesta di Teater Bintang Planetarium Taman Ismail Marzuki

Alih-alih doomscroll, bawa buku, e-reader, atau audiobook.

Woodworth menyebut “rahasianya” adalah aplikasi Kindle di ponselnya, bahkan saat melipat pakaian atau mencuci piring.

5. Bangun suasana yang mendukung

Baca Juga: UPfinity, Wahana Kaca Modern di Tengah Kota Jakarta

Jauhkan ponsel, gunakan aplikasi seperti Bookly untuk timer dan musik menenangkan.

Jangan paksa menuntaskan buku yang tak kamu nikmati.

“Jika Anda membaca buku dan tidak terhubung dengannya… letakkan saja dan Anda dapat kembali membacanya nanti,” kata Woodworth.

Baca Juga: Grand Waterfront Sedayu City, Keindahan Wisata Tepi Air Baru di Jakarta

6. Bergabung dengan komunitas membaca

Tanya rekomendasi pada keluarga dan teman.

Selain menambah referensi, percakapan soal buku membantu kamu menemukan bacaan yang benar-benar sesuai selera.

Baca Juga: Empat Tipe Orangtua yang Menguras Emosi Anak, Apakah Kamu Termasuk Korbannya?

Dengan langkah-langkah sederhana di atas, target membaca di 2026 berubah menjadi proses yang lebih santai — dan kamu tetap berkembang sebagai pembaca. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.