Dongeng Anak: Tika dan Hutan Pelangi

AKURAT JAKARTA - Di sebuah tempat yang tenang, tersimpan banyak cerita yang menunggu untuk dibaca.
Cerita-cerita itu bukan hanya rangkaian kata, tetapi pintu menuju dunia penuh keajaiban.
Dongeng ini mengisahkan seorang gadis kecil yang cintanya pada buku membawanya pada petualangan tak terduga.
Baca Juga: Jangan Terjebak Diskon Akhir Tahun, Ini Tips Belanja Bijak yang Bisa Kamu Ikuti
Mari kita ikuti kisah yang berjudul "Tika dan Hutan Pelangi" berikut yang diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta.
Tika dan Hutan Pelangi
Tika adalah seorang gadis kecil yang sangat suka membaca.
Baca Juga: Dongeng Anak: Kokok, Anak Ayam yang Belajar Terbang
Setiap sore, ia pergi ke perpustakaan kecil dekat dia tinggal.
Ia senang menjelajahi cerita tentang dunia-dunia ajaib, hewan yang bisa bicara, dan pelangi yang bisa disentuh.
Suatu hari, saat mencari buku di sudut ruangan, Tika menemukan sebuah pintu kecil berwarna emas yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Baca Juga: Atalia Praratya Gugat Cerai Ridwan Kamil
Di atas pintu itu tertulis: "Hanya untuk anak yang suka membaca."
Tika penasaran, lalu membuka pintunya perlahan.
Tiba-tiba, angin berputar dan cahaya terang menyilaukan matanya.
Dalam sekejap, Tika tidak lagi berada di perpustakaan.
Ia berdiri di tengah hutan yang sangat indah.
Pohon-pohon berwarna ungu dan biru, pelangi tumbuh dari tanah seperti bunga, dan hewan-hewan berbisik padanya.
Baca Juga: Yuka Akui Hal Ini Usai Dituding Selingkuh dengan Jule
Seekor kelinci putih menghampirinya dan berkata, “Selamat datang di Hutan Pelangi, Tika. Kami sudah lama menunggumu.”
Namun, warna-warna pelangi di sekitar mulai memudar.
Langit kehilangan kilaunya, dan bunga-bunga pelangi tampak layu.
Seekor burung biru terbang mendekat dan berkata, “Warna kami menghilang karena anak-anak di dunia manusia sudah jarang membaca. Imajinasi mereka perlahan menghilang.”
Tika menunduk, lalu berkata dengan semangat, “Aku akan membaca lebih banyak buku, dan aku akan mengajak teman-temanku membaca juga!”
Seketika, cahaya berwarna-warni menyelimuti Hutan Pelangi.
Baca Juga: Bukan Telur Biasa, Ini Alasan Telur Omega Baik untuk Tubuh
Warna-warna kembali cerah. Burung, kupu-kupu, dan pohon-pohon bernyanyi riang.
Tika membuka matanya dan kembali di perpustakaan, buku masih di tangan.
Sejak hari itu, Tika membaca setiap hari.
Baca Juga: Jangan Asal Panaskan, Ini Makanan yang Berisiko Jika Dipanaskan Ulang
Dan setiap malam, ia tahu—setiap halaman yang ia baca membantu Hutan Pelangi tetap hidup.
Petualangan Tika mengajarkan kita bahwa membaca bukan sekadar kebiasaan, melainkan sumber kehidupan bagi imajinasi.
Setiap buku yang dibuka adalah jembatan menuju dunia penuh warna dan harapan.
Baca Juga: Bau Durian Membandel? Coba Cara Alami yang Mudah Dilakukan untuk Menghilangkannya Berikut Ini
Selama masih ada anak-anak yang gemar membaca, Hutan Pelangi akan selalu bersinar.
Dan siapa tahu, pintu emas itu juga menunggumu di suatu halaman buku.
Versi animasi Tika dan Hutan Pelangi ini bisa kamu tonton lewat LINK ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









