Jakarta

Mengenal Super Flu, Gejala yang Perlu Diwaspadai, dan Cara Mencegah Penularannya

Zainal Abidin | 14 Januari 2026, 07:15 WIB
Mengenal Super Flu, Gejala yang Perlu Diwaspadai, dan Cara Mencegah Penularannya

AKURAT JAKARTA - Dalam beberapa waktu terakhir, sebutan super flu mencuat dan menjadi perhatian publik di media sosial serta laporan kesehatan. 

Super flu adalah istilah populer untuk varian baru virus influenza A subvarian H3N2 dengan subclade K yang kini dilaporkan masuk Indonesia.

Varian ini mendapat perhatian karena tingkat penularannya sangat agresif dan mampu menyebar cepat di tengah mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Bukit Waruwangi, Wisata Alam Tenang dengan Panorama Perbukitan Hijau di Banten

Secara medis, super flu masih tergolong influenza, namun menunjukkan karakter penyebaran dan keparahan yang lebih tinggi.

Otoritas kesehatan menilai varian ini berpotensi memicu lonjakan kasus karena banyak orang mengira gejalanya sama dengan flu biasa.

Padahal, super flu dapat menyebabkan kondisi tubuh menurun drastis dalam waktu singkat jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca Juga: Desa Wisata Kampung Leuwisapi, Ruang Alami yang Menyegarkan di Selatan Bogor

Gejala

Gejala super flu umumnya muncul lebih berat dibanding flu musiman yang selama ini sering dialami masyarakat.

Demam sangat tinggi menjadi tanda utama, dengan suhu tubuh penderita dapat melonjak hingga 39 sampai 41 derajat Celsius.

Baca Juga: 3 Destinasi Wisata Viral di Bogor yang Menawarkan Alam Sejuk dan Konsep Unik

Angka tersebut jauh di atas demam flu biasa yang umumnya berada di kisaran 37 hingga 38,5 derajat Celsius.

Selain demam, nyeri otot dan sendi terasa sangat hebat hingga membuat tubuh lemas dan sulit melakukan aktivitas harian.

Kondisi lemas ekstrem atau lethargy sering membuat penderita hanya mampu berbaring dan membutuhkan istirahat total.

Baca Juga: Rekor Baru Awal Pekan, Harga Emas Antam Meroket Tajam Hari Ini

Sakit kepala berat juga kerap muncul dengan intensitas nyeri yang lebih kuat dan bertahan lebih lama dari pusing biasa.

Gangguan tenggorokan berupa rasa sakit tajam disertai batuk kering yang menetap menjadi keluhan lain yang sering terjadi.

Kombinasi demam tinggi di atas 39 derajat Celsius dan rasa lemas berlebihan menjadi alarm untuk segera mencari bantuan medis.

Baca Juga: Haddad Alwi Bakal Kolaborasi dengan Danilla dan Pusakata di A Journey to Remember Vol.2, Cek Tanggal dan Tempatnya di Sini

Pencegahan

Pencegahan super flu penting dilakukan sejak dini mengingat kecepatan penularannya yang tergolong sangat tinggi.

Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun menjadi langkah dasar yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga: South Quarter Dome Jakarta, Ruang Estetik Gratis dengan Vibes Singapura

Penggunaan masker dianjurkan terutama saat berada di tempat ramai atau ketika kondisi tubuh sedang tidak fit.

Daya tahan tubuh perlu dijaga dengan asupan gizi seimbang, konsumsi buah dan sayur, serta cukup minum air putih.

Istirahat yang cukup membantu sistem imun bekerja optimal dalam melawan infeksi virus influenza.

Baca Juga: Dongeng Anak: Kisah Pungguk Merindukan Bulan

Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit untuk menurunkan risiko penularan di lingkungan sekitar.

Jika mengalami gejala berat, jangan menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan agar komplikasi dapat dicegah lebih awal. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.