Jangan Kebanyakan! 6 Risiko Tersembunyi dari Mentimun

AKURAT JAKARTA - Selama ini mentimun dikenal sebagai lalapan favorit, campuran salad, hingga infused water.
Kandungan airnya yang tinggi membuat kamu merasa segar dan terhidrasi.
Selain itu, mentimun juga kaya vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk tubuh.
Baca Juga: Pasca-Hiatus, Mahalini Tandai Era Baru Lewat Konser KOMA di Istora Jakarta
Namun, seperti bahan makanan lainnya, konsumsi berlebihan justru bisa menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.
Sejumlah penelitian menyebutkan mentimun mengandung senyawa tertentu yang berpotensi menimbulkan gangguan pada tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.
Karena itu, penting mengenali risiko dan efek samping mentimun agar tetap aman saat mengonsumsinya.
Baca Juga: Wow, Jakarta Masuk Daftar Tur Global Josh Groban Gems World Tour 2026
1. Mengandung senyawa beracun
Mentimun mengandung cucurbitacin dan tetracyclic triterpenoid, dua senyawa yang bisa bersifat racun bila masuk ke tubuh dalam jumlah berlebih.
Senyawa ini biasanya menimbulkan rasa pahit pada mentimun.
Baca Juga: Rahasia Warna Merah Imlek, Ternyata untuk Mengusir Monster Ganas
Para ahli mengingatkan, konsumsi mentimun secara berlebihan dapat memicu gangguan serius, sehingga porsinya perlu dibatasi.
2. Menyebabkan hilangnya cairan tubuh
Meski kaya air, mentimun justru bisa memicu kehilangan cairan bila dikonsumsi berlebihan.
Baca Juga: Rahasia Lapis Legit, Kue Imlek yang Simbolkan Rezeki Berlapis
Biji mentimun mengandung cucurbitin yang bersifat diuretik, sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Dalam jumlah wajar masih aman, tetapi konsumsi berlebihan bisa mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
3. Mengganggu proses pembekuan darah
Baca Juga: Rahasia Tradisi Imlek, Kebiasaan Kecil yang Bikin Hoki Datang
Mentimun memiliki kandungan vitamin K yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi terlalu banyak, kadar vitamin K berlebih dapat mengganggu proses pembekuan darah.
Bagi yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin, disarankan membatasi asupan mentimun.
Baca Juga: Menjajal Adrenalin di Situ Gunung Suspension Bridge Sukabumi, Terpanjang di Asia Tenggara
4. Memicu reaksi alergi
Pada sebagian orang, mentimun bisa memicu reaksi alergi.
Gejalanya antara lain ruam kulit, pembengkakan, hingga sesak napas.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana Agar Terhindar dari Stres di Tengah Kesibukan
Dalam kondisi tertentu, alergi mentimun bahkan dapat berkembang menjadi anafilaksis yang berbahaya.
5. Kelebihan vitamin C
Mentimun mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan menjaga daya tahan tubuh.
Baca Juga: 6 Hal Ikonik Perayaan Imlek, Pesona Tradisi yang Menjadi Magnet Wisata Budaya
Namun, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan kelebihan vitamin C.
Kondisi ini justru berpotensi memicu pembentukan radikal bebas dan berdampak buruk bagi kesehatan.
6. Menyebabkan perut kembung
Baca Juga: Semarak Imlek 2026, Berburu Atraksi Barongsai Paling Meriah di Jakarta
Kandungan cucurbitacin dalam mentimun juga bisa mengganggu sistem pencernaan, terutama pada orang dengan lambung sensitif.
Konsumsi berlebihan dipercaya dapat memicu perut kembung dan rasa tidak nyaman.
Walau kaya manfaat, mentimun tetap perlu dikonsumsi secukupnya.
Baca Juga: Jangan Salah! 5 Kebiasaan Minum Kopi Ini Diam-Diam Bahayakan Kesehatanmu
Kamu boleh menikmatinya sebagai pelengkap menu harian, tetapi jangan berlebihan.
Dengan porsi yang tepat, tubuh tetap mendapatkan manfaat tanpa harus menghadapi risiko efek samping. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









