Jakarta

Rahasia Kukusan Bambu Tetap Bersih dan Awet, Ternyata Mudah Dilakukan

Anggerhana Denni Rahmawati | 7 Maret 2026, 10:15 WIB
Rahasia Kukusan Bambu Tetap Bersih dan Awet, Ternyata Mudah Dilakukan
Rahasia agar kukusan bambu bersih dan tahan lama. (Freepik)

AKURAT JAKARTA - Kukusan bambu sering dipakai untuk mengukus berbagai makanan seperti dimsum, bakpao, hingga sayuran.

Bahan bambu memang dikenal ramah lingkungan dan mampu menghasilkan uap yang merata.

Namun, bahan alami ini juga mudah menyerap kelembapan sehingga berpotensi memicu munculnya jamur jika tidak dirawat dengan benar.

Baca Juga: Prediksi Skor Auxerre vs Strasbourg di Ligue 1, 8 Maret 2026: Tuan Rumah Tertekan, Racing Bidik Zona Eropa

Agar kukusan bambu tetap bersih dan tahan lama, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan sekaligus menyimpannya dengan tepat.

1. Gosok dengan Air Panas

Dilansir dari laman The Spruce Eats, Sabtu (7/3/2026), gosok kukusan dimsum dari bambu yang menjadi tempat menempel makanan dengan air panas.

Baca Juga: Prediksi Skor Koln vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 8 Maret 2026: Misi Bangkit Die Schwarzgelben

Hindari menggunakan air sabun karena bambu bisa menyerap aroma sabun cuci piring.

Membersihkan dengan air panas cukup efektif untuk menghilangkan sisa makanan yang menempel tanpa merusak bahan bambu.

2. Cara Bersihkan Kukusan Dimsum dari Bau

Baca Juga: Bedah Spesifikasi Toyota Rush Facelift 2026 Ungkap Rahasia Ketangguhan RWD, Sasis Kokoh, dan Mesin 1.500 cc yang Tetap Irit

Ditambahkan dari laman Leaf.tv, ada cara membersihkan steamer dimsum dari bau dan kotoran.

Caranya dengan merebus air hingga mendidih.

Tempatkan kukusan secara terbalik di atas wajan dan kukus selama 5 menit.

Baca Juga: Mantap! Pemkab Tangerang Raih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.