Tren Diet Tanpa Nasi, Ini Risiko Tersembunyinya yang Harus Kamu Ketahui

AKURAT JAKARTA - Tren diet tanpa nasi kembali ramai dan memicu rasa penasaran banyak orang.
Tren ini dianggap sebagai cara cepat menurunkan berat badan oleh sebagian kalangan.
Tren diet tanpa nasi juga makin populer di media sosial, terutama di kalangan anak muda yang ingin tampil lebih ideal.
Fenomena ini membuat banyak orang mulai mengurangi bahkan menghilangkan nasi dari menu harian mereka.
Namun, di balik popularitasnya, para ahli gizi mengingatkan bahwa pola makan seperti ini tidak selalu aman jika dilakukan tanpa perencanaan yang tepat.
Nasi selama ini dikenal sebagai sumber utama karbohidrat kompleks yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi.
Baca Juga: Jarang Orang Tahu, Studi Ungkap Manfaat Secangkir Teh bagi Ibu Hamil
Ketika kamu menghilangkan nasi tanpa menggantinya dengan sumber nutrisi setara, tubuh bisa mengalami kekurangan energi.
Kondisi ini dapat menyebabkan kamu mudah lelah, sulit fokus, hingga merasa lemas saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, pengurangan karbohidrat secara drastis dapat memicu hipoglikemia.
Baca Juga: Kecelakaan Maut, Rombongan Keluarga Terjun ke Jurang Majalengka, Enam Nyawa Melayang
Gejalanya meliputi pusing, gemetar, hingga jantung berdebar.
Hal ini tentu bisa mengganggu kesehatan jika tidak segera diatasi.
Tak hanya berdampak pada energi, diet tanpa nasi juga bisa memengaruhi sistem pencernaan kamu.
Baca Juga: Mo Salah Resmi Tinggalkan Liverpool Akhir Musim Ini, Selanjutnya Gabung MLS atau SPL?
Berkurangnya asupan serat dari pola makan harian berpotensi menyebabkan sembelit, perut kembung, serta perubahan pola buang air besar.
Selain itu, perubahan pola makan secara tiba-tiba membuat tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Dari sisi emosional, asupan karbohidrat yang rendah juga berpengaruh pada suasana hati.
Karbohidrat berperan penting dalam produksi serotonin yang mengatur mood.
Ketika kamu kekurangan asupan ini, risiko mengalami perubahan emosi, mudah marah, stres, hingga gangguan tidur menjadi lebih tinggi.
Dalam jangka panjang, diet tanpa nasi juga berpotensi menyebabkan hilangnya massa otot.
Saat tubuh kekurangan karbohidrat, protein dari otot akan digunakan sebagai sumber energi.
Akibatnya, penurunan berat badan yang terjadi tidak hanya berasal dari lemak, tetapi juga massa otot yang justru penting untuk metabolisme tubuh.
Selain itu, kamu juga perlu mewaspadai risiko kekurangan nutrisi.
Meski nasi bisa diganti dengan sumber karbohidrat lain seperti kentang, jagung, atau oat, kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi.
Jika tidak, tubuh berisiko kekurangan vitamin B kompleks, serat, dan mineral penting lainnya.
Pada tahap awal menjalani diet rendah karbohidrat, keluhan seperti sakit kepala juga sering muncul sebagai bagian dari proses adaptasi tubuh.
Baca Juga: Tak Perlu Diet Ketat, Simak 4 Cara Sederhana Hilangkan Lemak Perut Berikut Ini
Oleh karena itu, para ahli menegaskan bahwa diet tanpa nasi boleh saja dilakukan, asalkan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dengan baik.
Penting bagi kamu untuk tidak melakukan perubahan pola makan secara ekstrem tanpa perhitungan.
Mengatur pola makan secara bertahap dan seimbang jauh lebih disarankan agar kesehatan tetap terjaga tanpa menimbulkan risiko baru. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






