Terbiasa Tidur Malam Alias Begadang? Hati-hati, Kamu Bisa Kena Stroke Ringan!

AKURAT JAKARTA - Kebiasaan tidur larut malam masih sering dianggap hal biasa, terutama di kalangan anak muda dan pekerja dengan aktivitas padat.
Banyak orang memilih begadang untuk bekerja, menonton film, bermain ponsel, atau sekadar mencari waktu santai setelah seharian beraktivitas.
Padahal, kurang tidur ternyata bisa membawa dampak serius bagi kesehatan tubuh.
Dokter ahli neurologi mengingatkan bahwa kurang tidur termasuk salah satu faktor risiko masalah neurologis dan kardiovaskular yang sering diabaikan.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan serius, termasuk stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA).
Sebagaimana dikutip dari Times of India pada Sabtu (30/5), dokter ahli neurologi Chandana R Gowda menjelaskan bahwa TIA terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak tersumbat sementara.
Kondisi tersebut dapat memicu gejala seperti mati rasa mendadak, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, sulit berbicara, penglihatan kabur, hingga kebingungan dalam waktu singkat.
Meski gejalanya sering hilang dengan cepat, TIA tidak boleh dianggap sepele.
Secara medis, kondisi ini menjadi tanda peringatan adanya risiko stroke yang lebih serius pada masa mendatang.
Karena itu, menjaga pola tidur yang sehat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan tersebut.
Gowda menjelaskan bahwa tidur yang terus terganggu dapat membuat tubuh mengalami peningkatan hormon stres, tekanan darah tidak stabil, meningkatnya peradangan, serta gangguan metabolisme.
Semua kondisi itu dapat meningkatkan risiko TIA hingga stroke.
Kurang tidur kronis juga diketahui berkaitan dengan hipertensi, obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.
Berbagai kondisi tersebut merupakan faktor utama yang dapat memicu stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya.
Selain itu, kebiasaan begadang sering menimbulkan efek berantai yang kurang baik bagi tubuh.
Baca Juga: Mengenal Ritual Sakral Yadnya Kasada, Alasan Gunung Bromo Ditutup Sementara
=====
Orang yang tidur terlalu sedikit biasanya cenderung lebih banyak mengonsumsi kafein, kurang bergerak, makan makanan olahan pada malam hari, serta memiliki tingkat stres yang lebih tinggi.
"Yang sangat mengkhawatirkan adalah banyak profesional muda menormalisasi kebiasaan tidak sehat seperti menonton film larut malam, larut malam, penggunaan telepon yang lama, yang disebut sebagai 'penundaan tidur balas dendam' dan hanya tidur beberapa jam secara teratur," kata Gowda.
Untuk membantu mengurangi risiko gangguan kardiovaskular dan stroke, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Mulai dari menjaga jadwal tidur dan bangun secara teratur, mengurangi penggunaan layar sebelum tidur, menghindari makanan berat dan kafein di malam hari, rutin berolahraga, hingga memantau tekanan darah serta kadar kolesterol secara berkala.
Menjaga kualitas tidur bukan hanya soal menghindari rasa lelah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan otak dan jantung dalam jangka panjang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






