Jakarta

Kalah Saing dari Dominos dan Aplikasi Online, Pizza Hut Resmi Dijual

Aisya Nur Aziza | 18 Juni 2026, 11:19 WIB
Kalah Saing dari Dominos dan Aplikasi Online, Pizza Hut Resmi Dijual
Pizza Hut resmi dijual

AKURAT JAKARTA — Kabar mengejutkan datang dari dunia bisnis kuliner global.

Yum Brands, raksasa restoran yang membawahi KFC dan Taco Bell, mengumumkan Pizza Hut telah resmi dijual kepada perusahaan investasi swasta bernama LongRange Capital.

Nilai penjualannya pun bernilai fantastis, di mana Pizza Hut dihargai sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,62 triliun.

Adapun nila tersebut menurut laporan CNBC International, tidak termasuk dengan gerai Pizza Hut yang ada di China daratan.

Di China, bisnis Pizza Hut resmi dibeli oleh perusahaan lain, bernama Yum China, dengan nilai transaksi terpisah sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,29 triliun.

Baca Juga: Korea Selatan Boikot Massal Starbucks karena Blunder, Seluruh Gerai Langsung Tutup Serentak

Mengapa Pizza Hut Dijual?

Keputusan besar ini diambil setelah Yum Brands berjuang selama bertahun-tahun untuk memperbaiki kinerja keuangan Pizza Hut yang terus merosot dan membebani keuntungan grup.

Di negara asalnya, Amerika Serikat, Pizza Hut dinilai terlambat beradaptasi.

Ketika para pesaingnya sudah gencar beralih ke layanan pesan antar (delivery) dan sistem bawa pulang (takeaway), Pizza Hut masih bertahan dengan konsep lama mereka, yaitu restoran makan di tempat (dine-in) dan menyediakan prasmanan salad bar.

Akibat keterlambatan ini, posisi Pizza Hut terus tergerus oleh rival utamanya, Dominos Pizza.

Kondisi ini diperparah dengan munculnya aplikasi pesan antar pihak ketiga (seperti Gojek/Grab versi Amerika, contohnya DoorDash) yang membuat persaingan di bisnis pesan antar makanan menjadi semakin ketat.

Melihat situasi tersebut, manajemen dan dewan direksi Yum Brands akhirnya sepakat bahwa menjual Pizza Hut adalah jalan terbaik.

Langkah ini diambil demi menyelamatkan keuntungan para pemegang saham dan memberikan kesempatan bagi Pizza Hut untuk berkembang di bawah pemilik baru yang lebih fokus.

Dampak Penjualan dan Reaksi Pasar

Dari hasil penjualan ini, Yum Brands diperkirakan akan mengantongi dana segar bersih sekitar US$2,3 miliar (Rp37,5 triliun) setelah dipotong pajak dan biaya-biaya lainnya.

Kabar pelepasan ini langsung disambut gembira oleh para investor di bursa saham, yang membuat nilai saham Yum Brands langsung naik hampir 2%.

Proses perpindahan kepemilikan ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada kuartal ketiga tahun 2026, setelah mendapatkan izin resmi dari pemerintah setempat.

Akhir Sejarah Panjang "Tiga Serangkai"

Penjualan ini otomatis mengakhiri hubungan panjang antara Pizza Hut, KFC, dan Taco Bell yang sudah puluhan tahun hidup bersama dalam satu grup usaha.

Kisah kebersamaan mereka dimulai jauh pada tahun 1977, ketika perusahaan minuman PepsiCo membeli Pizza Hut untuk masuk ke bisnis restoran, lalu disusul dengan membeli Taco Bell dan KFC.

Pada tahun 1997, PepsiCo memisahkan bisnis restorannya menjadi perusahaan mandiri yang kini kita kenal sebagai Yum Brands.

Sejak saat itulah Pizza Hut, KFC, dan Taco Bell selalu kompak berada di bawah naungan perusahaan yang sama, hingga akhirnya mereka harus berpisah tahun ini.

Sebagai informasi, Pizza Hut sendiri didirikan oleh dua bersaudara, Dan dan Frank Carney, di Kansas, Amerika Serikat pada tahun 1958.

Hingga akhir tahun 2025 kemarin, Pizza Hut tercatat memiliki hampir 20.000 gerai yang tersebar di 108 negara di seluruh dunia.

Amerika Serikat dan China menjadi dua pasar terbesar yang menyumbang keuntungan paling banyak bagi mereka. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.