Mengenal School Transition Anxiety, Penyebab Anak Cemas di Hari Pertama Masuk Sekolah

AKURAT JAKARTA - Hari pertama sekolah setelah libur panjang identik dengan semangat bertemu teman dan guru.
Namun, bagi sebagian anak, momen ini justru memunculkan rasa cemas, gugup, bahkan enggan kembali ke sekolah.
Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai school transition anxiety, yaitu kecemasan yang muncul saat anak harus beradaptasi kembali dengan rutinitas belajar setelah menikmati masa liburan.
Kondisi ini tergolong wajar dan dapat dialami anak di berbagai jenjang pendidikan.
Selama liburan, pola tidur, waktu bermain, hingga kebiasaan sehari-hari berubah.
Ketika sekolah dimulai lagi, anak perlu menyesuaikan diri dengan jadwal yang lebih teratur.
Proses adaptasi ini dapat memicu berbagai reaksi, seperti sulit tidur, mudah rewel, kehilangan nafsu makan, atau mengeluhkan sakit perut tanpa penyebab medis.
Rasa cemas juga bisa dipicu oleh kekhawatiran bertemu guru baru, memasuki kelas baru, menghadapi pelajaran yang lebih sulit, atau berpisah kembali dari suasana nyaman di rumah.
Bagi siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan baru, perasaan tersebut biasanya lebih kuat.
Karena itu, masa-masa awal sekolah sebaiknya dimanfaatkan sebagai periode adaptasi.
Baca Juga: Dulu Anak Harus Patuh, Kini Harus Didengar, Mana yang Semestinya Dipilih?
=====
Orang tua dapat membantu dengan mengembalikan jadwal tidur anak beberapa hari sebelum sekolah dimulai, mengajak mereka berbicara tentang aktivitas di sekolah, serta mendengarkan setiap kekhawatiran yang dirasakan.
Di sisi lain, sekolah juga berperan penting dalam menciptakan suasana yang ramah melalui kegiatan pengenalan lingkungan dan aktivitas yang menyenangkan agar anak merasa lebih nyaman.
Pada akhirnya, rasa gugup saat kembali ke sekolah bukan berarti anak malas belajar.
Sebaliknya, itu merupakan respons alami terhadap perubahan rutinitas.
Dengan dukungan dari keluarga dan sekolah, kecemasan tersebut umumnya akan berkurang seiring anak kembali beradaptasi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







