Jakarta

Dongeng Anak, Kisah Putri Aluna dan Si Katak

Zainal Abidin | 12 Desember 2025, 19:00 WIB
Dongeng Anak, Kisah Putri Aluna dan Si Katak

AKURAT JAKARTA - Di suatu negeri yang dipenuhi cahaya pagi dan tawa anak-anak, terdapat sebuah kerajaan yang terkenal karena kedamaian serta taman-tamannya yang indah bak surga kecil di bumi.

Setiap sudut kerajaan itu dipenuhi kehidupan, mulai dari kupu-kupu kecil yang menari di udara hingga burung-burung yang bersahutan menyanyikan lagu ceria.

Pada suatu hari, di tengah kehangatan sinar matahari, kisah istimewa tentang persahabatan lahir dari tempat yang tak terduga.

Baca Juga: Terungkap! Rahasia Sarapan Ade Rai yang Diklaim Bisa Bakar Lemak Lebih Cepat

Kisah ini dimulai dengan seorang putri berhati lembut bernama Aluna, yang kelak menemukan sahabat sejatinya bukan dari seorang manusia, melainkan dari makhluk kecil yang jarang diperhatikan.

Kisah Putri Aluna dan Si Katak ini diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta

Kisah Putri ALuna dan si Katak

Baca Juga: Kaya Nutrisi tapi Berisiko, 5 Buah Ini Nggak Boleh Dikonsumsi Setiap Hari

Di sebuah kerajaan yang damai, hiduplah seorang putri bernama Aluna.

Ia dikenal karena hati lembutnya, senyumnya manis, dan suaranya halus seperti angin sore.

Suatu pagi yang cerah, Aluna berjalan-jalan di taman kerajaan sambil membawa buku cerita kesukaannya.

Baca Juga: Dari Budaya hingga Medis, Berikut Ini 7 Alasan Kenapa Nggak Boleh Minum Sambil Berdiri

Burung-burung berkicau, bunga-bunga bermekaran, dan langit biru bersih tanpa awan.

Tiba-tiba, terdengar suara kecil dari balik semak, “Tolong... aku tersangkut!”

Dengan penasaran, Aluna mendekat dan melihat seekor katak kecil yang terjebak di antara ranting.

Baca Juga: Jangan Lupa!, Konser Iwan Fals hingga Ari Lasso Selama 11 Hari di Jakarta, Catat Lokasi dan Waktunya di Sini

Dengan hati-hati, Aluna melepaskan ranting yang menjepit sang katak.

“Terima kasih, Putri,” kata si katak pelan.

“Namaku Tiko.” Aluna tersenyum, “Senang bertemu denganmu, Tiko.”

Baca Juga: Dongeng Anak, Elang Muda Kiko: Hati yang Tak Menyerah

Sejak hari itu, Aluna sering mengunjungi taman dan berbicara dengan Tiko.

Meskipun kecil dan berlendir, Tiko lucu, bijak, dan penuh cerita menarik tentang dunia serangga dan kolam.

Suatu hari, pangeran dari negeri seberang datang berkunjung. Semua sibuk menyambut.

Baca Juga: Warga Jabodetabek! Nih Konser dan Festival Musik Sepanjang Desember 2025

Tapi Aluna tetap meluangkan waktu ke taman untuk bertemu Tiko.

“Teman sejati tak akan ditinggalkan,” katanya.

Pangeran bertanya, “Mengapa kau berteman dengan seekor katak?”

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Penampakan Fenomena Hujan Meteor Geminid di Akhir Tahun

Aluna menjawab, “Tiko memberiku pelajaran berharga: setiap makhluk punya cerita dan arti dalam hidup ini.”

Mendengar itu, pangeran terdiam.

Ia kemudian duduk bersama mereka, dan untuk pertama kalinya, ia mendengar cerita tentang kolam, semut-semut pekerja, dan nyanyian jangkrik malam.

Baca Juga: 7 Olahraga Pembakar Lemak Perut yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah Tanpa Alat

Hari demi hari, taman kerajaan menjadi tempat semua makhluk berkumpul.

Dari kupu-kupu hingga burung hantu, semua merasa diterima.

Aluna dan Tiko membuka pintu bagi persahabatan sejati.

Baca Juga: Terbukti Efektif! Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Agar Tidak Mudah Sakit

Rakyat pun mulai berubah.

Mereka belajar untuk menghargai semut, kumbang, dan bahkan katak di kolam.

Taman kerajaan kini bukan hanya indah, tapi penuh kasih dan cerita.

Baca Juga: Psikolog Ungkap 4 Tanda Mental Sehat yang Sering Diabaikan

Dan di taman yang penuh warna itu, Putri Aluna dan Tiko si katak kecil duduk di bawah pohon rindang, tersenyum, tahu bahwa persahabatan sejati datang dari hati yang menghargai, bukan dari ukuran.

Begitulah kisah Putri Aluna dan Tiko, yang mengajarkan bahwa persahabatan tidak mengenal bentuk, ukuran, atau rupa.

Dari taman kecil di kerajaan itu, mereka menunjukkan bahwa kebaikan mampu mengubah cara pandang banyak hati, bahkan seluruh negeri.

Baca Juga: 6 Sayuran yang Diam-Diam Bisa Naikkan Gula Darah, Hati-Hati untuk Penderita Diabetes

Taman kerajaan pun menjadi simbol cinta dan penerimaan, tempat semua makhluk bisa berkumpul tanpa takut diabaikan.

Dan hingga kini, kisah mereka tetap diceritakan, mengingatkan setiap anak bahwa hati yang baik selalu mampu menemukan sahabat sejati, bahkan di tempat yang paling tak disangka. 

Versi animasi Putri Aluna dan Si Katak ini bisa kamu tonton lewat LINK ini. (*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.