Anak Sulit Beradaptasi di Sekolah Baru? Kuncinya Ternyata Ada pada Orang Tua dan Guru

AKURAT JAKARTA - Memasuki lingkungan sekolah baru menjadi pengalaman besar bagi banyak anak.
Namun, keberhasilan mereka beradaptasi ternyata tidak hanya bergantung pada keberanian anak, melainkan juga pada dukungan yang diberikan orang tua dan guru sejak sebelum hari pertama sekolah.
Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo menjelaskan bahwa proses adaptasi sebaiknya dipersiapkan jauh sebelum kegiatan belajar dimulai.
Orang tua dianjurkan mulai mengembalikan rutinitas harian, seperti jam tidur, bangun pagi, makan, hingga waktu belajar setidaknya satu minggu sebelum sekolah dimulai agar anak tidak merasa kaget dengan perubahan aktivitas.
Selain membangun rutinitas, orang tua juga dapat mengenalkan lingkungan sekolah, rute perjalanan, serta melatih anak melakukan berbagai aktivitas sederhana secara mandiri, seperti mengenakan seragam, menyiapkan tas, menggunakan toilet, hingga berani meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan.
Perpisahan saat mengantar anak ke sekolah juga menjadi momen penting.
Orang tua disarankan berpamitan dengan hangat dan singkat agar anak merasa aman, tanpa meninggalkan sekolah secara diam-diam maupun memperpanjang perpisahan karena rasa khawatir.
Di sisi lain, guru memiliki peran yang sama pentingnya.
Lingkungan sekolah yang ramah dan suasana orientasi yang menyenangkan dapat membantu anak merasa diterima sehingga lebih mudah membangun rasa percaya diri di tempat baru.
Guru juga diharapkan mampu memvalidasi perasaan anak dan menunjukkan bahwa mereka tidak menghadapi perubahan tersebut sendirian.
Kolaborasi antara rumah dan sekolah menjadi kunci utama agar anak dapat melewati masa transisi dengan lebih nyaman.
=====
Komunikasi yang terbuka dan konsisten antara orang tua dan guru memungkinkan setiap perubahan perilaku anak terpantau lebih cepat sehingga dukungan yang diberikan pun menjadi lebih tepat.
Sejalan dengan itu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Dengan dukungan dari kedua lingkungan tersebut, anak memiliki kesempatan lebih besar untuk menikmati proses belajar sejak hari pertama sekolah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Bodo/Glimt di UCL, 21 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Tengah Ancaman Kejutan Tim Norwegia
- 8Prediksi Skor FC Porto vs PSV Eindhoven di UCL, 21 Oktober 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman bagi Tim Tamu
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





