Jakarta

Lee Min Ho Jadi Reporter Pemula yang Bongkar Konspirasi Politik dalam The Assassin(s)

Anggerhana Denni Rahmawati | 11 September 2026, 17:15 WIB
Lee Min Ho Jadi Reporter Pemula yang Bongkar Konspirasi Politik dalam The Assassin(s)
Lee Min Ho tinggalkan peran romantis, kini jadi reporter yang terjebak konspirasi politik. - Instagram @coppamagz

AKURAT JAKARTA - Lee Min Ho kembali hadir lewat film dengan karakter yang berbeda dari peran-peran romantis yang selama ini melekat pada dirinya.

Dalam film terbaru berjudul “The Assassin(s)”, aktor Korea Selatan itu memerankan seorang reporter pemula yang terseret ke dalam penyelidikan kasus percobaan pembunuhan Presiden Korea Selatan pada 1974.

Film tersebut akan menjalani pemutaran perdana dunia dalam program Gala Presentations di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) 2026, Kanada.

Lee Min Ho juga dijadwalkan hadir dalam sesi diskusi eksklusif bertajuk “In Conversation With... Lee Min-ho” pada Kamis (17/9).

Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi penonton untuk mengetahui lebih jauh proses kreatif dan perjalanan karier Lee Min Ho dalam menghidupkan karakter barunya.

Namun, daya tarik utama “The Assassin(s)” justru terletak pada kasus yang menjadi latar ceritanya.

Film berdurasi 131 menit tersebut mengambil inspirasi dari percobaan pembunuhan Presiden Park Chung-hee pada 15 Agustus 1974.

Misteri enam tembakan dan pistol dengan lima peluru

Dalam film, Lee Min Ho berperan sebagai seorang reporter pemula yang bersama jurnalis senior yang diperankan Park Hae-il mulai mencurigai adanya kejanggalan dalam kasus tersebut.

Peristiwa penembakan terjadi ketika Presiden Park Chung-hee sedang berpidato dalam upacara Hari Pembebasan ke-29.

Baca Juga: Tiket Masuk Gratis, Ini Daya Tarik Alam Wisata Cimahi yang Punya Banyak Wahana

Presiden selamat dalam insiden tersebut, tetapi Ibu Negara Yuk Young-soo dan seorang gadis muda tewas.

Seorang pria Korea-Jepang bernama Mun Se-gwang yang dianggap sebagai radikal Maois kemudian ditangkap pihak keamanan dan dicurigai sebagai pelaku tunggal.

Masalahnya, terdapat satu detail yang membuat kasus tersebut semakin mencurigakan.

Enam suara tembakan terdengar dalam insiden itu, sementara pistol yang digunakan pelaku disebut hanya memiliki lima peluru.

Kejanggalan inilah yang kemudian menjadi salah satu pemicu pertanyaan besar dalam cerita “The Assassin(s)”.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.