Jakarta

Jerawat Muncul Setelah Ganti Skincare, Jangan Langsung Anggap Purging

Anggerhana Denni Rahmawati | 23 September 2026, 06:30 WIB
Jerawat Muncul Setelah Ganti Skincare, Jangan Langsung Anggap Purging
Kulit makin berjerawat setelah pakai produk baru tidak selalu karena purging. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Munculnya jerawat setelah menggunakan skincare baru sering kali langsung dianggap sebagai purging.

Padahal, kondisi kulit yang semakin buruk tidak selalu berarti kulit sedang beradaptasi dengan produk.

Dokter kulit dr. Danar Wicaksono mengingatkan bahwa tidak semua jerawat setelah penggunaan skincare bisa disebut sebagai purging.

Dalam kondisi tertentu, kulit memang dapat mengalami sedikit kemerahan atau rasa perih sebagai bagian dari proses adaptasi.

Namun, jika jerawat justru semakin banyak atau kondisi kulit terus memburuk, hal tersebut perlu diperhatikan.

Masalahnya, istilah purging kini cukup populer di kalangan pengguna skincare.

Label tersebut terkadang membuat seseorang memilih tetap menggunakan produk meski kondisi kulitnya semakin bermasalah.

Padahal, kondisi kulit juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain.

Pola tidur, aktivitas fisik, pola makan, hingga konsumsi makanan tertentu dapat berperan terhadap kondisi kulit.

Selain itu, penggunaan krim steroid dalam jangka panjang juga perlu diwaspadai.

Penggunaan tanpa pengawasan dokter dapat menimbulkan masalah pada kulit.

Baca Juga: Dari Gaji yang Bisa Tembus Rp71 Juta hingga Jejaring Global, Inilah 6 Keuntungan Menjadi Guru SILN

Jika kulit terasa gatal dan kondisinya semakin buruk, terutama setelah menghentikan penggunaan krim tertentu, pemeriksaan oleh dokter kulit diperlukan.

Karena itu, munculnya jerawat setelah mencoba skincare sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai purging.

Perhatikan perubahan kulit dan respons setelah penggunaan produk.

Alih-alih mempertahankan produk hanya karena menganggap kondisi tersebut sebagai bagian dari purging, pengguna skincare perlu melihat apakah kulit justru semakin memburuk.

Jika keluhan menetap atau bertambah parah, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu mengetahui penyebabnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.