Kecanduan Curhat ke AI, Seberapa Berbahaya Bagi Kesehatan Psikologis Manusia?

AKURAT JAKARTA – Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini tak sekadar menjadi alat penunjang pekerjaan, melainkan mulai beralih fungsi menjadi teman curhat.
Terutama bagi sebagian orang yang merasa kesepian atau menghadapi masalah emosional.
Respons yang cepat, fleksibel, serta selalu siap sedia kapan saja membuat interaksi dengan chatbot terasa kian personal.
Namun, fenomena kecanduan curhat ke AI ini mulai disoroti para peneliti psikologi dan ilmu perilaku.
Studi yang diterbitkan Nature Human Behaviour (2026) mengungkapkan bahwa pengguna dengan jaringan sosial terbatas cenderung menjadikan AI sebagai teman bicara utama.
Pola penggunaan yang terlalu intensif dan personal ini berikatan erat dengan penurunan tingkat kesejahteraan psikologis serta meningkatnya rasa kesepian.
Penelitian lanjutan dari MIT Media Lab dan OpenAI juga menunjukkan bahwa durasi penggunaan harian chatbot yang makin lama berisiko memicu ketergantungan emosional dan menurunkan frekuensi interaksi nyata dengan sesama manusia.
Meski teknologi AI mampu memformulasi kalimat yang terdengar sangat empatik, riset menegaskan bahwa respons bernuansa manusiawi tetap tidak dapat menggantikan kehangatan emosional dan dukungan nyata dari hubungan interpersonal antarmanusia.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 6Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 7RDF Rorotan Belum Maksimal, Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Efektivitas Anggaran Rp170 Miliar
- 8Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, Direktur IPO Sebut DPR Punya Celah Makzulkan Wapres
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


