Jakarta

Film Alternatif Tak Lagi Terpusat di Jakarta, CGV Arthouse Ekspansi ke Bandung dan Yogyakarta

Anggerhana Denni Rahmawati | 28 Oktober 2026, 20:45 WIB
Film Alternatif Tak Lagi Terpusat di Jakarta, CGV Arthouse Ekspansi ke Bandung dan Yogyakarta
CGV Arthouse merambah Bandung dan Yogyakarta. - Instagram @cgv.id

AKURAT JAKARTA - Penonton film di luar Jakarta kini memiliki kesempatan lebih luas untuk menikmati sinema alternatif.

CGV Cinemas Indonesia memperluas jangkauan CGV Arthouse ke Bandung dan Yogyakarta, menghadirkan pilihan film independen, klasik, dan karya festival yang selama ini belum tentu mudah ditemukan di bioskop komersial.

Sebelumnya, pemutaran CGV Arthouse hanya tersedia di FX Sudirman, Jakarta Pusat.

Mulai November 2026, program ini juga hadir di BEC Mall Bandung dan Jwalk Mall Yogyakarta.

Ekspansi tersebut bukan sekadar penambahan lokasi pemutaran.

Langkah ini membuka peluang bagi penonton untuk mengenal jenis film yang lebih beragam sekaligus memberi ruang bagi sineas lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Memperluas Akses Sinema di Luar Film Arus Utama

Film independen dan karya festival memiliki karakter yang beragam, baik dari segi cerita, pendekatan visual, maupun tema yang diangkat.

Namun, kesempatan menontonnya di bioskop dapat terbatas oleh lokasi pemutaran dan ketersediaan jadwal.

Kehadiran CGV Arthouse di Bandung dan Yogyakarta berpotensi mendekatkan film-film tersebut kepada komunitas penonton di kedua kota.

Baca Juga: Penggemar Film Wajib Tahu, Jakarta World Cinema 2026 Hadirkan 120 Film Peraih Penghargaan

Penonton tidak hanya disuguhi film yang sedang populer, tetapi juga memiliki pilihan untuk mengeksplorasi karya dengan gaya penceritaan berbeda.

CEO CGV Cinemas Indonesia, Mark, menyampaikan harapan agar program ini menjadi ruang bagi penonton untuk bertemu dan bertukar perspektif.

“Dengan ekosistem perfilman yang aktif di kedua kota, kami berharap CGV Arthouse dapat menjadi ruang untuk menikmati film, bertemu, bertukar perspektif, dan merayakan film bersama,” kata Mark, dikutip dari laman resmi CGV.

Selain film independen dan klasik, program ini juga membuka ruang bagi karya pelajar dan mahasiswa.

Hal tersebut dapat mempertemukan pembuat film yang sedang berkembang dengan penonton yang lebih luas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.