Viral karena Lukisan, Anak Pemulung yang Tak Pernah Sekolah Kini Punya Mimpi Besar Lewat Sekolah Rakyat

AKURAT JAKARTA - Bagi sebagian anak, menggambar hanyalah kegiatan untuk mengisi waktu luang.
Namun, bagi Agista Saputri, 10 tahun, melukis pernah menjadi cara membantu keluarganya membeli beras.
Anak pemulung asal Tangerang, Banten, ini menjual gambar buatannya dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 per lembar.
Kini, setelah mendapat kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat, Agista mulai mengenal dunia yang lebih luas tanpa harus meninggalkan kecintaannya pada seni.
Sebelum masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang, Banten, Agista belum pernah mengenyam pendidikan formal.
Putri bungsu pasangan Roni, 40 tahun, dan Wagiyem, 38 tahun, tersebut lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar sekaligus membantu orang tuanya yang bekerja sebagai pemulung.
Sejak berusia empat tahun, Agista sudah menunjukkan ketertarikan pada seni lukis.
Ia menggunakan berbagai media untuk berkarya, mulai dari kertas, pena, dan tinta hingga tembok serta kardus bekas yang ditemukan ayahnya.
Karya-karya itu kemudian menarik perhatian banyak orang karena dinilai memiliki nilai estetika yang tidak biasa untuk anak seusianya.
Gerobak sang ayah bahkan menjadi semacam galeri berjalan, tempat lukisan Agista dipajang saat keluarganya berjualan di kawasan Japos, Tangerang.
Baca Juga: Dari Majalah Bobo ke Bioskop, Oki & Nirmala Hadapi Tantangan Menjangkau Generasi Baru
Hasil penjualan lukisan tersebut bukan sekadar uang jajan. Uangnya membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli beras.
Ketika bakat bertemu dengan kesempatan
Perubahan besar dalam kehidupan Agista bermula ketika lukisannya ramai diperbincangkan di media sosial melalui unggahan sejumlah orang.
Perhatian publik itu kemudian mempertemukannya dengan tim penyaring dari Kementerian Sosial hingga ia mendapat kesempatan mengikuti program Sekolah Rakyat.
Setelah delapan bulan tinggal di asrama, Agista mulai bisa membaca dan menulis. Ia juga mengikuti beragam kegiatan ekstrakurikuler, seperti silat, menari, karate, bahasa Inggris, dan Pramuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 3Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 4Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 5Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 7Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Leeds United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Black Cats Bangkit di Kandang?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih




