Jakarta

Merasa Masih Muda dan Sehat? Awas, Stroke Bisa Datang Tanpa Mengenal Usia

Anggerhana Denni Rahmawati | 30 Oktober 2026, 19:45 WIB
Merasa Masih Muda dan Sehat? Awas, Stroke Bisa Datang Tanpa Mengenal Usia
Stroke tak hanya mengancam lansia. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Banyak orang menganggap stroke sebagai penyakit yang hanya mengancam kelompok lanjut usia.

Anggapan tersebut membuat sebagian anak muda merasa tidak perlu terlalu khawatir terhadap kondisi kesehatannya.

Padahal, stroke bisa terjadi pada usia produktif, terutama ketika seseorang memiliki faktor risiko yang tidak terkontrol.

Fenomena ini berkaitan dengan optimism bias, yaitu kecenderungan psikologis seseorang untuk merasa bahwa dirinya lebih kecil kemungkinannya mengalami kejadian buruk dibandingkan orang lain.

Dalam konteks kesehatan, pola pikir tersebut dapat membuat seseorang menganggap penyakit serius seperti stroke masih jauh dari kehidupannya.

Akibatnya, keluhan kesehatan sering diabaikan, pemeriksaan rutin dianggap tidak mendesak, dan kebiasaan yang berisiko tetap dilakukan.

Seseorang mungkin merasa tubuhnya baik-baik saja meskipun memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol berlebih, atau gula darah yang tidak terkontrol.

Padahal, stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Kondisi tersebut membuat sel-sel otak kekurangan oksigen sehingga dapat mengalami kerusakan hingga kematian.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stroke nasional mencapai 8,3 kasus per 1.000 penduduk.

Baca Juga: Wisatawan ke Singapura Wajib Tahu, Patung Merlion Ditutup Sementara 24–26 November

Angka ini menunjukkan bahwa stroke masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius, termasuk dalam upaya pencegahan sejak usia muda.

Salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan mengabaikan faktor risiko.

Hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, dan penyakit jantung merupakan sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami stroke.

Risiko tersebut juga berkaitan dengan gaya hidup sehari-hari.

Kebiasaan merokok, jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tinggi garam, serta tidak menjaga pola makan dapat memperburuk kondisi kesehatan pembuluh darah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.