Jakarta

Senjata Makan Tuan, Timnas Indonesia Berbalik Diuntungkan saat Tandang ke Stadion Qingdao Lawan China

Ainun Kusumaningrum | 8 Oktober 2024, 19:28 WIB
Senjata Makan Tuan, Timnas Indonesia Berbalik Diuntungkan saat Tandang ke Stadion Qingdao Lawan China

AKURAT JAKARTA - Senjata Makan Tuan, Timnas Indonesia Berbalik Diuntungkan saat Tandang ke Stadion Qingdao Lawan China.

Dikethui, Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan melawan China pada laga keempat Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Selasa (15/10/2024).

China memutuskan untuk menggunakan Stadion Qingdao Youth Football untuk menjamu timnas Indonesia.

Baca Juga: Pelatih Bahrain Ketar-ketir dengan Pertahanan Timnas Indonesia: Bilang Begini soal Pemain Diaspora

Banyak pihak menyebut China mengerjai Timnas Indonesia karena Stadion Qindao Youth Football sangat jauh dari ibu kota China, Beijing.

Timnas Indonesia harus menempuh perjalanan sekitar tujuh jam dari Beijing untuk sampai ke Qingdao.

Stadion berkapasitas 50 ribu penonton itu dipilih oleh Federasi Sepak Bola China (CFA) untuk menjamu Timnas Indonesia.

Baca Juga: Shin Tae Yong Ungkap Kesiapan Timnas Indonesia Jelang Pertandingan Besok Kamis, Bawa Kabar Ini Dari Bahrain

Berbeda saat melawan Arab Saudi pada laga kedua yang menggunakan Stadion Dalian Souyuwan untuk melawan Arab Saudi.

Alih-alih menguntungkan, Media China menyebutkan bahwa Timnas China dirugikan gara-gara main di Stadion Qingdao.

Sebaliknya, Timnas Indonesia justru diuntungkan jelang laga karena faktor sampai lebib dulu.

Baca Juga: Shin Tae Yong Ungkap Kesiapan Timnas Indonesia Jelang Pertandingan Besok Kamis, Bawa Kabar Ini Dari Bahrain

Santak saja posisi keadaan itu langsung menghilangkan privilese sebagai tuan rumah.

Media China 163 com menyebutkan bahwa setelah China menyelesaikan pertandingan tandangnya di Australia.

Maka dibutuhkan setidaknya 18 jam untuk terbang dari Adelaode ke Qingdao.

“Mereka meninggalkan stadion sekira pukul 22.00 waktu setempat dan menuju perjalanan pukul 23.00,” bunyi media itu.

Masih dilaporkan media China, tidak mungkin untuk terbang kembali pada hari yang sama dengan penerbangan sipil.

"Kami akan berangkat dari Adelaide keesokan harinya dan terbang ke Qingdao melalui Sydney/Melbourne,” katanya.

Sedangkan penerbangan langsung dari Manama, ibu kota Bahrain, ke Shanghai hanya memakan waktu sembilan jam.

"Tim Indonesia berangkat lebih awal dari kami dan waktu perjalanan lebih singkat dari kami, artinya selama tidak ada hambatan, mereka akan tiba lebih dulu dibandingkan tim China,” tutupnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.