Transformasi Sepak Bola Asia: Ancaman Piala Asia 2027, Kembalinya Tahun Genap 2032, hingga Kans Indonesia Jadi Tuan Rumah

AKURAT JAKARTA - Perubahan besar tengah disiapkan untuk masa depan sepak bola Asia.
Langkah transformatif ini tidak hanya menyangkut penataan ulang kalender pertandingan global, tetapi juga membuka peluang baru bagi negara-negara anggota yang ambisius untuk menjadi panggung utama turnamen regional, termasuk Indonesia.
Konferensi luar biasa resmi yang disepakati Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Tokyo, Jepang, pada 23 Oktober 2026 menargetkan pengembalian jadwal Piala Asia ke tahun genap mulai edisi 2032.
Keputusan strategis ini mengakhiri siklus tahun ganjil yang sempat diterapkan sejak edisi 2007, dan mengembalikan tradisi lama yang terakhir kali berlaku pada edisi 2004 di China.
Bersamaan dengan reposisi kalender tersebut, AFC mematangkan cetak biru kompetisi baru berupa AFC Nations League untuk siklus 2032–2033 yang direncanakan melibatkan 47 negara anggota dalam format tiga divisi kompetitif.
Di balik peta jalan jangka panjang tersebut, tantangan besar justru membayangi agenda terdekat.
Gelaran Piala Asia 2027 di Arab Saudi menghadapi ancaman penundaan serius akibat isu stabilitas keamanan.
Presiden Federasi Sepak Bola Jepang (JFA), Tsuneyasu Miyamoto, secara terbuka mempertanyakan kelayakan pelaksanaan turnamen menyusul laporan pembatalan sejumlah ajang olahraga internasional di wilayah tersebut.
Meskipun Presiden AFC, Salman bin Ibrahim Al Khalifa, sempat mengapungkan opsi penundaan hingga tahun 2028, pihak otoritas Arab Saudi sejauh ini masih berkomitmen pada jadwal semula, yakni 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Baca Juga: Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
Peta Persaingan Tuan Rumah Piala Asia 2032 dan Agenda AFC
Pergeseran ke tahun genap pada edisi 2032 memicu persaingan ketat di antara negara-negara anggota untuk memperebutkan hak siar dan status sebagai tuan rumah.
Indonesia resmi masuk dalam bursa pencalonan untuk bersaing dengan para raksasa sepak bola Asia lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







