Jakmania Wajib Tahu! Ini Sejarah Perjalanan Persija dari 1940 hingga 1970

AKURAT JAKARTA - Dalam rangka menyambut hari jadi ke-95 Persija, mari kita retrospeksi momen-momen penting dalam perjalanan Macan Kemayoran dari tahun 1940 hingga 1970.
1. Tahun 1940: Kehilangan Jejak
Setelah meraih empat gelar di era 1930-an, Persija mengalami periode sepi dalam perebutan trofi pada tahun 1940-an.
2. PORI Djakarta Bagian Sepak Bola (1947-1949)
Nama Persija sempat berubah menjadi PORI Djakarta Bagian Sepak Bola pada tahun 1947, ketika seluruh cabang olahraga dikelola oleh PORI.
Namun, pada tahun 1949, kewenangan diberikan kembali kepada masing-masing persatuan olahraga, dan nama Persija kembali digunakan.
3. Juara 1954: Kembali Meraih Gelar
Persija meraih kejayaan dengan menjuarai Kejuaraan Nasional PSSI pada tahun 1954, mengakhiri laga pamungkas dengan skor 2-1 atas PSMS.
Baca Juga: Live! Slank Bakal Manggung di Kebon Jeruk pada Malam Puncak HUT ke-32 MNCTV, Catat Tanggalnya
4. Generasi Baru (1950-an)
Pada tahun 1950-an, Persija mulai meregenerasi timnya dengan pemain muda, seperti Soetjipto Soentoro alias Gareng dan Kwee Tik Long, yang naik dari tim junior ke tim senior.
5. Pergantian Markas ke Stadion Menteng (1960-an)
Di era 1960-an, Persija mengalami peralihan markas dari Lapangan Ikada ke Stadion Menteng.
6. Endang Witarsa: Pelatih Sukses
Setelah kegagalan di kompetisi tahun 1961, Persija menunjuk drg. Endang Witarsa sebagai pelatih. Di bawah kepemimpinan beliau, Persija memiliki komposisi yang seimbang antara pemain senior dan junior.
7. Mengangkat Trofi 1964
Persija meraih gelar keenamnya pada tahun 1964, dengan mengalahkan Persebaya 4-1. Tim besutan Endang Witarsa mencatat rekor tak pernah menelan kekalahan.
8. Aga Khan Gold Cup (1964)
Berkat kemenangan dalam Perserikatan 1964, Persija diundang untuk berpartisipasi dalam turnamen Aga Khan Gold Cup di Dacca, Pakistan.
9. Meredupnya Performa
Setelah Endang Witarsa menjadi pelatih Timnas, kekuatan Persija tergerus. Performa mereka meredup pada musim 1964/1965, 1965/1966, dan 1966/1967, hanya mampu melangkah di fase wilayah nasional.
10. Generasi Baru di Tahun 1970-an
Nama-nama bintang dari era 1960-an, seperti Soetjipto Soentoro, Kwee Tik Liong, Surya Lesmana, Paidjo, dan Sinyo Aliandoe, tidak lagi menjadi bagian dari Persija di periode 1970-an.
Saksikan terus perjalanan Persija dalam edisi berikutnya dari "Story of 95" yang akan mengungkapkan lebih banyak momen-momen menarik dalam sejarah klub ini. Selamat ulang tahun ke-95 untuk Persija. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







