Jakarta

Jakmania Wajib Tahu! Ini Sejarah Perjalanan Persija dari 1940 hingga 1970

Fadhil Dhuha Rizqullah | 15 Oktober 2023, 11:36 WIB
Jakmania Wajib Tahu! Ini Sejarah Perjalanan Persija dari 1940 hingga 1970

AKURAT JAKARTA - Dalam rangka menyambut hari jadi ke-95 Persija, mari kita retrospeksi momen-momen penting dalam perjalanan Macan Kemayoran dari tahun 1940 hingga 1970.

1. Tahun 1940: Kehilangan Jejak

Setelah meraih empat gelar di era 1930-an, Persija mengalami periode sepi dalam perebutan trofi pada tahun 1940-an.

2. PORI Djakarta Bagian Sepak Bola (1947-1949)

Nama Persija sempat berubah menjadi PORI Djakarta Bagian Sepak Bola pada tahun 1947, ketika seluruh cabang olahraga dikelola oleh PORI.

Namun, pada tahun 1949, kewenangan diberikan kembali kepada masing-masing persatuan olahraga, dan nama Persija kembali digunakan.

3. Juara 1954: Kembali Meraih Gelar

Persija meraih kejayaan dengan menjuarai Kejuaraan Nasional PSSI pada tahun 1954, mengakhiri laga pamungkas dengan skor 2-1 atas PSMS.

Baca Juga: Live! Slank Bakal Manggung di Kebon Jeruk pada Malam Puncak HUT ke-32 MNCTV, Catat Tanggalnya

4. Generasi Baru (1950-an)

Pada tahun 1950-an, Persija mulai meregenerasi timnya dengan pemain muda, seperti Soetjipto Soentoro alias Gareng dan Kwee Tik Long, yang naik dari tim junior ke tim senior.

5. Pergantian Markas ke Stadion Menteng (1960-an)

Di era 1960-an, Persija mengalami peralihan markas dari Lapangan Ikada ke Stadion Menteng.

 

6. Endang Witarsa: Pelatih Sukses

Setelah kegagalan di kompetisi tahun 1961, Persija menunjuk drg. Endang Witarsa sebagai pelatih. Di bawah kepemimpinan beliau, Persija memiliki komposisi yang seimbang antara pemain senior dan junior.

Baca Juga: Konser Gratis Iwan Fals di Bandung Digelar Sabtu 21 Oktober 2023, Catat Syarat dan Aturannya agar Bisa Masuk

7. Mengangkat Trofi 1964

Persija meraih gelar keenamnya pada tahun 1964, dengan mengalahkan Persebaya 4-1. Tim besutan Endang Witarsa mencatat rekor tak pernah menelan kekalahan.

8. Aga Khan Gold Cup (1964)

Berkat kemenangan dalam Perserikatan 1964, Persija diundang untuk berpartisipasi dalam turnamen Aga Khan Gold Cup di Dacca, Pakistan.

9. Meredupnya Performa

Setelah Endang Witarsa menjadi pelatih Timnas, kekuatan Persija tergerus. Performa mereka meredup pada musim 1964/1965, 1965/1966, dan 1966/1967, hanya mampu melangkah di fase wilayah nasional.

Baca Juga: Pameran One Piece di MoI Kelapa Gading Mulai 8 November, Penjualan Tiket Sudah Dibuka! Ini Harga dan Cara Beli

10. Generasi Baru di Tahun 1970-an

Nama-nama bintang dari era 1960-an, seperti Soetjipto Soentoro, Kwee Tik Liong, Surya Lesmana, Paidjo, dan Sinyo Aliandoe, tidak lagi menjadi bagian dari Persija di periode 1970-an.

Saksikan terus perjalanan Persija dalam edisi berikutnya dari "Story of 95" yang akan mengungkapkan lebih banyak momen-momen menarik dalam sejarah klub ini. Selamat ulang tahun ke-95 untuk Persija. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.