Jakarta

Yakin Pilkada DKI Jakarta 2 Putaran, Timses RIDO Ajak Semua Pihak Bersabar Tunggu Pengumuman Resmi dari KPU

Yasmina Nuha | 28 November 2024, 21:43 WIB
Yakin Pilkada DKI Jakarta 2 Putaran, Timses RIDO Ajak Semua Pihak Bersabar Tunggu Pengumuman Resmi dari KPU

AKURAT JAKARTA - Tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Pilkada DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil - Suswono (RIDO), mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas pasca pemungutan suara atau pencoblosan, Rabu 27 November 2024.

Ajakan dan imbauan tersebut disampaikan Sekretaris Tim RIDO, Basri Baco, dalam konferensi pers di kantor DPD Golkar Jakarta, di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2024) malam.

Basri Baco mengatakan, berdasarkan Quick Count atau Real Count, Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung 2 putaran.

Di putaran kedua, pasangan Ridwan Kamil-Suswono akan berhadapan dengan Pramono Anung-Rano Karno.

Baca Juga: JANGAN LUPA! Besok Ada GATF 2024 di Istora Senayan, Menampilkan Grup Band Blackline, Tiketnya Hanya Rp 50 Ribu

"Namun demikian, kami tetap menghormati proses dan mekanisme resmi yang sedang berjalan. Untuk itu kami meminta semua pihak bersabar menunggu pengumuman resmi dari KPUD sesuai jadwal yang telah ditentukan," kata Basri.

Basri juga meminta kepada seluruh pendukung, simpatisan dan relawan RIDO untuk tetap tenang dan bersabar menunggu penghitungan resmi dari KPU.

"Kami mengajak seluruh pendukung untuk tetap semangat dan menjaga suasana kondusif selama proses perhitungan berlangsung. Mari kita semua bersama-sama mendukung pelaksanaan demokrasi yang jujur, adil dan damai," katanya.

Terkait pernyataan salah satu paslon yang mengklaim sudah menang satu putaran, Basri mengatakan, siapa pun boleh mengeluarkan pendapat. Namun hasil resmi Pilkada DKI Jakarta tetap berada di tangan KPU.

"Yang berhak menyampaikan secara resmi hasil Pilkada itu bukan paslon, tetapi KPU. Jadi mari kita bersabar menunggu itu, yang hari ini proses perhitungannya sudah mulai dilakukan di Kecamatan dan rencananya akan berlangsung selama 6 hari. Insya'Allah dalam 6 hari kedepan sudah akan ketahuan," katanya.

Pria yang juga menjabat Sekretaris DPD Golkar Jakarta ini mengatakan, semua paslon punya tim IT yang masing-masing sudah melakukan penghitungan internal.

"Semua tim sendiri. Paslon lain punya tim IT, 01 juga punya tim IT. Sama-sama punya data, sama-sama punya informasi, namun kok hasilnya berbeda, itu hal yang wajar terjadi. Karena semua juga ada margin error atau human error dan lainnya," tegasnya.

Baca Juga: Tampilannya Sporty dan Modern, Suzuki Baleno 2022 Bekas Cuma Rp34 Jutaan, Surat Lengkap Siap Tancap Gas!

Diungkapkan Basri Baco yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD DKI ini, berdasarkan data Internal IT dan real count 01, menunjukkan bahwa Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung 2 putaran.

Timses RIDO pun berkomitmen untuk mengawal hasil tersebut dalam proses rekapitulasi di tingkat kecamatan hingga nantinya di KPU Provinsi.

"Kami sudah menyusun kekompakan konsolidasi, gabungan 16 partai pendukung sedang mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk mengikuti proses rekapitulasi di 44 kecamatan yang ada di DKI Jakarta," katanya.

"Insya'Allah kami akan gunakan semua kekuatan dan kemampuan kami untuk menjaga baik-baik, jangan sampai ada pergerakan-pergerakan atau tindakan-tindakan manipulatif yang terjadi di perhitungan tingkat kecamatan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Basri Baco yang didampingi Ketua Tim Pemenangan RIDO, Ahmad Riza Patria, juga membantah kabar yang menyebutkan KIM Plus tidak solid.

Baca Juga: Kapan Hasil Penghitungan Suara Pilkada DKI Jakarta Resmi Diumumkan KPU ke Publik? Begini Tahapannya

"Bahwa tidak benar kalau ada yang menyebut PKS tidak maksimal. Yang pasti 16 partai tiap hari pulang pagi dari posko ini, dan semuanya bekerja maksimal, termasuk relawan dan ormas. Tidak ada yang tidak bekerja maksimal," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.