Jakarta

Hari Ini Presiden Kumpulkan 1.200 Rektor dan Guru Besar se-Indonesia di Istana, Ada Apa? Ini Kata Mensesneg Prasetyo

M Rahman Akurat | 15 Januari 2026, 12:58 WIB
Hari Ini Presiden Kumpulkan 1.200 Rektor dan Guru Besar se-Indonesia di Istana, Ada Apa? Ini Kata Mensesneg Prasetyo

AKURAT JAKARTA - Hari ini, Kamis (15/1/2026), Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 Rektor dan guru besar dari seluruh Indonesia di Istana Negara.

Publik pun bertanya-tanya, ada apa Presiden mengumpulkan para dedengkot Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia?

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Saint dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengungkapkan bahwa rektor dan guru besar yang dikumpulkan yaitu di bidang sosial humaniora.

Baca Juga: Kabar Terbaru! Fanmeeting dan Konser Hearts2Hearts di Jakarta Digelar di Tennis Indoor Senayan pada 28 Maret 2026, Nantikan Penjualan Tiketnya

"Pada hari ini bapak presiden mengumpulkan sekitar 1.200 rektor dan guru besar. Jadi banyak sekali yang hadir, dan juga dikhususkan bagi bidang sosial humaniora," kata Stella di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026).

Diakui Stella, ini menjadi momen bersejarah. Sebab, Presiden sebelumnya tidak pernah mengumpulkan akademisi dari berbagai universitas sebanyak itu.

Sementara Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membeberkan alasan Presiden Prabowo mengumpulkan 1.200 rektor, dekan, hingga guru besar.

Menurut Mensesneg, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Antara lain, membahas seputar pemenuhan kebutuhan dokter di Indonesia.

"Diskusinya sudah dimulai oleh Kementerian Diktisaintek, misalnya terkait bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita. Berdasarkan data, kita masih kekurangan hampir di atas 100.000 dokter,” ujarnya.

Baca Juga: Mantap! Pemkab Tangerang Kerjasama dengan Universitas Prasetiya Mulya, Kembangkan Kawasan Ekonomi Kreatif di 12 Desa dan 12 Kecamatan

Selain itu, Presiden juga akan membahas peningkatan kualitas lembaga pendidikan tinggi, mulai dari kualitas dosen, sarana dan prasarana, hingga penguatan kapasitas universitas secara keseluruhan.

“Termasuk kita sedang menghitung dan berpikir bagaimana bisa mengurangi beban operasional di setiap Perguruan Tinggi Negeri,” jelas dia.

Prasetyo Hadi menekankan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan amanat konstitusi. Salah satunya melalui pendidikan tinggi.

"Karena kita menyadari bahwa sesungguhnya amanat konstitusi kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa dan salah satunya melalui pendidikan di tingkat universitas," tegasnya.

Karena itu, lanjut Mensesneg, negara sedang menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa.

Baca Juga: Politisi Golkar Sardi Wahab Dampingi Mendagri Percepat Pemulihan Bencana di Aceh

Prasetyo pun menyampaikan permohonan maaf, karena diskusi Presiden dengan para rektor dan guru besar ini digelar secara tertutup. Sebab, membahas banyak hal teknis.

“Mohon maaf, kali ini memang agendanya tertutup karena banyak hal yang ingin dibicarakan secara teknis oleh Bapak Presiden dengan para rektor dan para guru besar,” pungkasnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.