Jakarta

Golkar DKI Tergetkan 16 Kursi DPRD, Ajak Kader Persiapkan Diri dengan Matang

Fadhil Dhuha Rizqullah | 17 Agustus 2023, 10:10 WIB
Golkar DKI Tergetkan 16 Kursi DPRD, Ajak Kader Persiapkan Diri dengan Matang

AKURAT.CO - Wakil Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ashraf Ali mengajak seluruh kader Golkar untuk mempersiapkan secara matang dan memiliki tekad dalam memenangkan Partai Golkar pada Pemilihan Umum 2024 mendatang.

"Sebagai partai besar, Golkar harus mempersiapkan diri secara matang dan harus memiliki tekad untuk memenangkan pemilu tersebut baik legislatif maupun Presiden," katanya di kantor DPD Partai Golkar, Cikini, Jakarta, Kamis (17/8/2023).

Dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-78 Tahun, DPD Partai Golkar DKI Jakarta menggelar kegiatan upacara pengibaran bendera "Sang Merah Putih" di kantor partai Golkar DKI Jakarta, Kamis (17/8/2023).

Baca Juga: Gelar Upacara HUT RI , Golkar DKI Ajak Masyarakat Teruskan Perjuangan Pahlawan

Partai Golkar menargetkan 16 kursi DPRD DKI Jakarta pada Pemilu nanti. Ashraf mengatakan, untuk mewujudkan target tersebut bukanlah hal yang mudah. Namun, harus diraih dengan semangat dan tekad yang kuat serta kerja keras.

"Tentunya saya berharap kepada seluruh jajaran Partai Golkar DKI dan kader serta para fungsional dapat berjuang dengan sungguh-sungguh keberhasilan dapat tercapai apabila rakyat memberikan pilihannya kepada Partai Golkar," ucapnya.

Oleh karena itu, Golkar DKI Jakarta mengintruksikan semua kader untuk menjalankan arahan ketua Ahmed Zaki Iskandar untuk lebih dekat kepada masyarakat.

Baca Juga: Pj Gubernur DKI Dorong Semangat Gotong Royong di Perayaan HUT RI Ke- 78

"Untuk itulah saya menginstruksikan kepada seluruh kader untuk berada di tengah rakyat perhatikan rakyat dan bantu rakyat dengan demikian rakyat akan bersimpati kepada Partai Golkar," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.