Menyusuri Lorong Waktu di Pasar Barang Antik Jalan Surabaya, Cikini

AKURAT JAKARTA - Di tengah padatnya ritme kehidupan Jakarta Pusat, terdapat satu jalur pendek wisata yang seakan membawa pengunjung kembali ke masa lalu, yaitu Pasar Barang Antik Jalan Surabaya.
Berlokasi di kawasan Menteng, tepatnya tak jauh dari Stasiun Cikini, pasar ini bukanlah sekadar deretan kios, melainkan surga kecil bagi para pencinta sejarah dan barang-barang penuh cerita.
Sejak mulai beroperasi secara resmi pada 1974 atas inisiatif Gubernur Ali Sadikin, Jalan Surabaya telah menjelma menjadi ikon wisata budaya yang tak hanya dikunjungi oleh kolektor, tetapi juga wisatawan lokal dan mancanegara.
Baca Juga: Pulau Sepa: Surga Tropis yang Tersembunyi di Kepulauan Seribu
Kios-kios yang berjejer rapi di sepanjang jalan ini menawarkan barang-barang antik seperti mesin tik tua, kamera analog, piringan hitam, patung kayu, wayang kulit, lampu gantung bergaya kolonial, hingga helm selam era Perang Dunia II.
Orisinalitas beberapa barang menjadi magnet tersendiri, meskipun tak sedikit juga yang merupakan replika berkualitas tinggi.
Namun bukan hanya soal barangnya, interaksi tawar-menawar yang hidup dan suasana hangat para pedagang turut memperkaya pengalaman wisata.
Baca Juga: Mau Liburan Anti-Mainstream? Coba Datang ke 6 Desa Wisata Spektakuler Ini!
Jalan ini bukan cuma tempat berbelanja, tapi juga ruang penuh kisah dari masa lalu.
Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah sebuah kios yang menawarkan piringan hitam langka, dengan pemilik yang memahami kisah di balik hampir setiap lagu.
Itulah hal yang membuat tempat ini berbeda dari pusat perbelanjaan modern, karena setiap benda memiliki jiwa.
Baca Juga: Kebijakan Bebas Visa China Picu Ledakan Turis, Kamu Sudah Siap Berangkat?
Pasar ini buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 17.00 WIB, dan waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlalu terik.
Akses pun cukup mudah, terutama dengan KRL Commuter Line yang berhenti di Stasiun Cikini, hanya lima menit berjalan kaki dari pasar.
Jika lelah, Anda bisa singgah di Giyanti Coffee Roastery yang terletak tak jauh dari area pasar, menyantap kopi lokal sambil merenungkan kisah-kisah yang baru saja Anda temui.
Baca Juga: Hari Terakhir PRJ 2025 Bakal Padat! Cek Zona Parkir Teraman untuk Kamu
Kendati popularitasnya sempat menurun pascapandemi, Jalan Surabaya tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi pencinta suasana vintage dan pesona pasar tradisional.
Jalan ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan warisan hidup yang mengingatkan kita bahwa benda-benda lama tetap bisa bercerita dalam bahasa yang tak lekang oleh waktu.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







