Jakarta

Pekojan, Jejak Kampung Arab Tertua di Jakarta

Zainal Abidin | 28 September 2025, 17:30 WIB
Pekojan, Jejak Kampung Arab Tertua di Jakarta

AKURAT JAKARTA - Menyusuri kawasan Kota Tua Jakarta tidak hanya membawa kita pada gedung-gedung kolonial Belanda, tetapi juga pada sebuah kampung bersejarah yang pernah menjadi pusat kehidupan masyarakat Arab di Batavia.

Kampung itu bernama Pekojan, terletak di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dan dikenal sebagai perkampungan Arab tertua di Jakarta.

Nama Pekojan sendiri berasal dari kata Koja, sebutan bagi Muslim keturunan India, khususnya dari Bengali.

Baca Juga: Festival Budaya Jepang di Jakarta Kembali Digelar, Intip Keseruan Jak-Japan Matsuri 2025

Seiring waktu, kawasan ini juga menjadi tempat bermukimnya para pendatang Arab, terutama dari Yaman Selatan (Hadramaut), sejak abad ke-18.

Para pendatang tersebut datang sebagai pedagang, ulama, sekaligus penyebar ajaran Islam.

Kehadiran mereka memperkaya dinamika sosial dan budaya Batavia kala itu.

Baca Juga: Penjualan Tiket Dimulai 3 Oktober! Lebih dari 25 Musisi Top Bakal Meriahkan Suara Loka 2025 di 5 Kota Besar Indonesia, Berikut Jadwal Lengkapnya

Pemerintah kolonial Belanda menerapkan sistem wijkenstelsel, yaitu kebijakan pemukiman yang mengelompokkan etnis tertentu dalam satu wilayah.

Dari sinilah terbentuk Kampung Arab Pekojan yang kemudian tumbuh sebagai pusat aktivitas masyarakat Arab-India di Batavia.

Lingkungan ini pun menjadi salah satu titik penting dalam penyebaran agama Islam di Jakarta.

Baca Juga: Jangan Lupa! Hari Minggu Ini Ada Konser Dikta Wicaksono di Trans Studio Makassar, Tiketnya Hanya Rp 40 Ribu

Hingga kini, Pekojan masih menyimpan sejumlah peninggalan bersejarah.

Di antaranya adalah Masjid An-Nawier, yang dibangun pada tahun 1760 dan dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Jakarta.

Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Arab dan masih aktif digunakan hingga sekarang.

Baca Juga: Slankers Jogja Bersiaplah! Konser Gratis Slank Berani Kita Beda Digelar di Stadion Kridosono pada 19 Oktober 2025

Ada pula Masjid Al-Anshor yang konon sudah berdiri sejak tahun 1648, menjadikannya salah satu saksi bisu perkembangan Islam di Batavia.

Meski banyak keturunan Arab telah berpindah ke wilayah lain, nuansa khas Pekojan masih terasa.

Jejak sejarah dapat ditemui melalui arsitektur rumah-rumah tua, aroma rempah dan parfum khas Timur Tengah, hingga kuliner yang membawa cita rasa Arab-India.

Baca Juga: Kampung Silat Rawa Belong, Wisata Budaya Ikonik Betawi di Jakarta Barat

Semua itu menjadikan Pekojan bukan sekadar kampung biasa, melainkan warisan budaya yang hidup.

Bagi wisatawan yang ingin memahami perjalanan panjang akulturasi budaya di Jakarta, berkunjung ke Pekojan adalah sebuah pengalaman berharga.

Di balik gang-gang sempitnya, tersimpan cerita tentang perdagangan, dakwah, dan persaudaraan yang telah berlangsung ratusan tahun.

Baca Juga: Mengenal 6 Kata Betawi yang Sering Terdengar, Apa artinya?

Pekojan adalah bukti nyata bagaimana Jakarta tumbuh sebagai kota multikultural sejak masa lampau.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.