Mengenal 6 Kata Betawi yang Sering Terdengar, Apa artinya?

AKURAT JAKARTA - Jakarta sebagai ibu kota negara tidak hanya menyimpan gemerlap modernitas, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang khas.
Salah satunya adalah bahasa Betawi, bahasa sehari-hari masyarakat asli Jakarta yang hingga kini masih hidup dan digunakan dalam percakapan.
Bahasa ini bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas kota yang penuh warna.
Baca Juga: Ribuan Siswa Keracunan dari Program MBG, IDAI Beberkan Langkah Pertolongan Cepat
Bagi sebagian orang, bahasa Betawi terdengar unik, lucu, bahkan terkadang membingungkan.
Namun, justru di situlah letak keistimewaannya.
Berikut enam kata Betawi yang sering kita dengar beserta maknanya:
Baca Juga: Makan Keju Sebelum Tidur Terbukti Bisa Memicu Mimpi Buruk
1. Encing
Encing berarti tante atau bibi. Kata ini biasa dipakai untuk menyapa saudara perempuan dari orang tua.
2. Gocap
Baca Juga: Xiaomi 17 Resmi Menggila! Bawa Baterai Jumbo dan Layar Belakang Keren, Siap Saingi iPhone 17
Kata gocap ini berasal dari bahasa Hokkien.
Gocap sebutan untuk angka lima puluh, bisa merujuk pada uang Rp50 ribu.
3. Babe
Baca Juga: Hari Jantung Sedunia, Mengenal Aritmia Jantung dan Upaya Pencegahan Komplikasi
Babe merupakan panggilan untuk ayah, bapak, atau lelaki yang dituakan.
4. Ora
Kata ini serapan dari bahasa Jawa yang berarti "tidak", namun sudah akrab di telinga orang Betawi.
Baca Juga: Band Asal Jepang ONE OK ROCK Bakal Konser di Jakarta Mei 2026, Simak Lokasi dan Tanggalnya di Sini!
5. Demek
Demek artinya basah. Misalnya, “Jangan duduk di kursi itu, masih demek abis dipel.”
6. Pangkeng
Baca Juga: Food Prep, Tren Dapur Modern yang Bikin Kamu Hemat Waktu dan Uang
Pangkeng berarti kamar tidur atau bilik di dalam rumah.
Keenam kata ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan bahasa Betawi.
Jika kamu berkunjung ke perkampungan budaya Betawi, seperti di Setu Babakan, Jakarta Selatan, kamu akan menemukan lebih banyak lagi kosakata yang menarik.
Baca Juga: Liburan ke Luar Negeri? Hindari Kebiasaan yang Bisa Bikin Malu
Tidak jarang, bahasa ini muncul dalam seni pertunjukan Betawi seperti lenong, ondel-ondel, hingga musik gambang kromong.
Mempelajari bahasa Betawi bisa menjadi pengalaman wisata budaya yang menyenangkan.
Selain menambah wawasan, kemampuan memahami istilah-istilah ini juga membuat kita lebih mudah akrab dengan masyarakat setempat.
Sapaan sederhana dengan logat Betawi sering kali bisa memecah jarak dan menghadirkan kehangatan.
Jadi, saat kamu mendengar kata-kata seperti “encing,” “babe,” atau “gocap,” jangan bingung lagi.
Bahasa Betawi adalah bagian dari kekayaan budaya Jakarta yang patut dijaga dan dilestarikan.
Baca Juga: Menyusuri Jejak Bahasa Betawi, Warisan Lisan yang Melekat di Jakarta
Semakin kita memahaminya, semakin kita bisa merasakan denyut kehidupan asli ibu kota. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








