AKURAT JAKARTA - Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memiliki sebuah tradisi budaya yang tak hanya sakral bagi masyarakat setempat, tetapi juga telah mendunia.
Festival Erau, pesta adat peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, kini menjelma menjadi salah satu festival budaya terbesar di Indonesia.
Sejak 2013, gaungnya semakin meluas berkat kolaborasi dengan Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF), yang menghadirkan berbagai pertunjukan yang memukau dunia.
Baca Juga: Keliling Jakarta Lebih Seru, Begini Cara Naik Bus Wisata TransJakarta Gratis
Kata “Erau” dalam bahasa Kutai berarti riuh atau ramai, mencerminkan suasana meriah yang selalu mengiringi jalannya festival.
Dahulu, Erau merupakan ritual sakral yang digelar untuk menyambut penobatan sultan baru atau peristiwa penting dalam kesultanan.
Kini, tradisi tersebut dikemas ulang sehingga bisa dinikmati masyarakat luas tanpa kehilangan nilai adatnya.
Baca Juga: Flash Sale Tiket Kereta Rp80 Ribu Hanya Satu Jam Saja, Jangan Sampai Ketinggalan
Rangkaian acaranya begitu beragam, mulai dari tarian tradisional, upacara adat Kesultanan Kutai, lomba perahu naga di Sungai Mahakam, hingga parade budaya internasional.
Salah satu prosesi paling ikonik adalah Belimbur, yaitu tradisi saling menyiram air antarwarga.
Ritual ini melambangkan pembersihan diri dari segala keburukan sekaligus doa untuk kesejahteraan.
Baca Juga: Traveler Wajib Tahu! Dua Jalur Masuk ke Gunung Bromo Via Malang dan Pasuruan Ditutup 2 Hari
Saat prosesi berlangsung, suasana kota Tenggarong biasanya dipenuhi tawa, keceriaan, dan guyuran air yang membawa semangat persaudaraan.
Kehadiran EIFAF sejak 2013 membuat Festival Erau semakin berwarna.
Berbagai negara sahabat mengirimkan delegasi kesenian untuk tampil bersama seniman lokal, menjadikan festival ini ajang pertukaran budaya dunia.
Baca Juga: Geopark Maros-Pangkep, Karst Megah Sulawesi yang Mendunia
Hal ini bukan hanya memperkaya khazanah seni, tetapi juga memperkuat posisi Kutai Kartanegara di peta pariwisata internasional.
Bagi wisatawan, menyaksikan Festival Erau adalah kesempatan langka untuk merasakan langsung kemegahan budaya lokal yang berpadu dengan nuansa global.
Festival ini tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi budaya yang membanggakan Indonesia di mata dunia.
Dengan semangat pelestarian dan keterbukaan, Festival Erau terus menjadi ikon wisata budaya Kalimantan Timur yang selalu ditunggu setiap tahunnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!









