Jakarta

6 Hal Ikonik Perayaan Imlek, Pesona Tradisi yang Menjadi Magnet Wisata Budaya

Anggerhana Denni Rahmawati | 11 Februari 2026, 14:30 WIB
6 Hal Ikonik Perayaan Imlek, Pesona Tradisi yang Menjadi Magnet Wisata Budaya

AKURAT JAKARTA - Tanggal 17 Februari 2026 menjadi momen penting karena masyarakat Tionghoa di Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek dengan meriah.

Imlek bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga perayaan budaya yang sarat nilai kebersamaan dan harapan baru.

Suasana Imlek selalu menarik karena penuh dekorasi, tradisi unik, serta kuliner yang menggugah selera.

Baca Juga: Catat! Festival Jenang Solo Bakal Digelar di Koridor Ngarsopuro Pada 17 Februari 2026, Cek Rangkaian Acaranya

Wisata budaya Imlek selalu menghadirkan pengalaman berbeda yang tidak bisa ditemukan di hari biasa.

Berikut adalah enam hal yang selalu menonjol dalam perayaan Imlek dan menjadi daya tarik utama wisata budaya.

1. Warna Merah

Baca Juga: Rencana Liburan ke Kebun Raya Bogor? Simak Daya Tarik dan Info Tiketnya

Warna merah menjadi identitas utama Imlek karena melambangkan kegembiraan, keberuntungan, dan semangat hidup baru.

Dekorasi merah terlihat di lampion, pakaian, hingga hiasan rumah yang dipercaya mampu mengusir energi buruk.

Bagi wisatawan, nuansa merah yang mendominasi kawasan pecinan menciptakan suasana meriah dan sangat khas.

Baca Juga: Jangan di Rumah Saja! Ini 5 Event Seru Jakarta Akhir Pekan yang Bisa Dikunjungi

2. Angpao

Angpao adalah amplop merah berisi uang yang diberikan kepada anak-anak atau kerabat yang belum menikah.

Tradisi ini melambangkan berbagi kebahagiaan serta harapan agar penerimanya mendapat rezeki melimpah.

Baca Juga: Teluk Hantu: Dibalik Namanya yang Seram, Menjadi Destinasi Wisata Menenangkan

Wisatawan dapat melihat langsung tradisi pemberian angpao saat berkunjung ke rumah keluarga Tionghoa.

3. Barongsai dan Liong

Pertunjukan barongsai dan liong selalu menjadi atraksi paling dinanti saat Imlek di pusat perbelanjaan dan kelenteng.

Baca Juga: Pantai Menganti Kebumen, Surga Petualangan Alam yang Tak Pernah Membosankan

Tarian singa dan naga dipercaya membawa keberuntungan sekaligus mengusir roh jahat dari lingkungan sekitar.

Atraksi ini kerap menjadi magnet wisata yang mampu menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.

4. Kuliner Khas Imlek

Baca Juga: Panduan Praktis Wisata ke Kota Tua Jakarta agar Liburan Lebih Nyaman

Hidangan seperti kue keranjang, jeruk mandarin, ikan bandeng, dan pangsit selalu hadir dalam perayaan Imlek.

Setiap makanan memiliki makna simbolis tentang kemakmuran, panjang umur, dan keberuntungan di tahun baru.

Wisata kuliner Imlek menjadi agenda favorit karena menawarkan cita rasa lezat yang penuh filosofi budaya.

Baca Juga: Awal Puasa Tetap Kerja, Tapi Lebaran Liburnya Panjang! Cek Jadwal Lengkapnya

5. Petasan dan Kembang Api

Tradisi menyalakan petasan dilakukan untuk mengusir makhluk jahat bernama Nian menurut kepercayaan kuno.

Suara petasan dan kembang api juga menambah semarak suasana malam pergantian tahun baru Imlek.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Deretan Libur Panjang 2026 Siap Bikin Kamu Traveling

Pertunjukan kembang api sering menjadi tontonan menarik yang ditunggu oleh warga dan para wisatawan.

6. Dekorasi Lampion

Lampion merah digantung di rumah, kelenteng, dan jalan-jalan utama sehingga menciptakan suasana meriah.

Baca Juga: Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor, Momen Langka yang Wajib Disaksikan

Bagi wisatawan, pemandangan lampion menjadi spot foto favorit saat berkunjung ke kawasan pecinan.

Keindahan lampion pada malam hari memberikan pengalaman visual yang hangat dan sangat berkesan.

Perayaan Imlek selalu berhasil menyatukan tradisi, hiburan, dan nilai budaya dalam satu momentum istimewa.

Baca Juga: Kenapa Kota Tua Jakarta Dipilih Jadi Lokasi Syuting Lisa BLACKPINK? Ini Keistimewaannya

Tidak heran jika momen ini terus menjadi magnet wisata budaya yang menarik perhatian banyak orang.

Berkunjung saat Imlek berarti menikmati kekayaan tradisi Tionghoa yang hidup dan penuh warna. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.