Fakta di Balik Pintu Pendek Museum Bahari, Bukti Nyata Jakarta Alami Penurunan Tanah

AKURAT JAKARTA - Banyak orang mengira pintu masuk Museum Bahari di Jakarta Utara sengaja dibuat pendek karena mengikuti gaya arsitektur bangunan tua.
Padahal, kondisi tersebut justru menyimpan cerita lain yang jauh lebih besar tentang perubahan wajah Jakarta.
Pintu Museum Bahari menjadi salah satu bukti nyata bahwa penurunan tanah di Jakarta bukan sekadar angka dalam laporan penelitian, tetapi sudah meninggalkan jejak yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat.
Bangunan yang dahulu berdiri sejajar dengan jalan raya kini justru berada lebih rendah, sehingga pengunjung harus menuruni anak tangga untuk memasukinya.
Pemandu wisata Museum Bahari, Firman Faturrohman, menjelaskan bahwa pada awal abad ke-20 kondisi pintu museum sangat berbeda dengan sekarang.
Saat itu, posisi pintu sejajar dengan jalan dan memiliki ruang yang tinggi sehingga orang bertubuh tinggi pun dapat melintas dengan nyaman.
"Kalau pernah dengar Jakarta terjadi penurunan tanah tiap tahun, itu juga terjadi di Museum Bahari, tanahnya makin turun, sering banjir, jadilah dinaikkan tanahnya, sampai 120 sentimeter," kata Firman saat memberikan penjelasan kepada pengunjung.
Menurut Firman, sekitar tahun 1900 hingga 1940-an, tembok yang menghadap jalan memiliki ketinggian sekitar tiga hingga empat meter.
Pintu masuk terlihat proporsional dengan kondisi jalan saat itu dan tidak berada di bawah permukaan jalan seperti sekarang.
Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan pesisir Jakarta mengalami penurunan muka tanah yang diikuti banjir berulang.
Baca Juga: PIK Ubah Cara Pandang Liburan, Wisata Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Beribadah
=====
Untuk mengurangi dampak genangan, pemerintah beberapa kali melakukan peninggian permukaan jalan dan area di sekitar museum hingga mencapai sekitar 120 sentimeter.
Akibatnya, elevasi jalan saat ini menjadi lebih tinggi dibandingkan lantai asli Museum Bahari.
Kondisi inilah yang membuat pintu masuk terlihat lebih pendek, padahal ukuran bangunannya sama sekali tidak berubah sejak ratusan tahun lalu.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa penurunan tanah telah memberikan dampak nyata terhadap bangunan-bangunan bersejarah di Jakarta.
Museum Bahari menjadi salah satu contoh yang paling mudah diamati karena perubahan elevasinya terlihat jelas oleh setiap pengunjung.
Menariknya, struktur asli bangunan tetap dipertahankan sebagai bagian dari upaya pelestarian cagar budaya peninggalan VOC di kawasan Sunda Kelapa.
Alih-alih mengubah bentuk bangunan, penyesuaian dilakukan pada lingkungan di sekitarnya agar museum tetap dapat digunakan meski permukaan tanah terus berubah.
Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penurunan tanah bukan hanya persoalan masa depan, tetapi sudah berlangsung selama puluhan tahun dan meninggalkan jejak pada bangunan-bangunan bersejarah di ibu kota.
Karena itu, ketika melihat pintu Museum Bahari yang tampak lebih pendek dari bangunan pada umumnya, pengunjung sebenarnya sedang menyaksikan salah satu bukti paling nyata bagaimana Jakarta perlahan berubah akibat penurunan muka tanah.
Bangunan tersebut tidak mengecil, tetapi permukaan kota di sekitarnya yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






