Profil dan Agama Philip Mehrtens, Pilot Susi Air yang Baru Bebas Usai Disandera KKB Selama 1,5 Tahun

AKURAT JAKARTA - Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens berhasil dibebaskan dan dijemput dari Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kab Nduga pada Sabtu (21/9) usai 1,5 tahun disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Papua.
Philip kini sudah berada di Timika, Papua, dan menjalani pemeriksaan medis. Ia langsung dibawa ke ruangan khusus untuk dilakukan mitigasi medis sekaligus memastikan kondisi psikologis dalam keadaan stabil.
Philip Mehrtens, pilot Susi Air asal Selandia Baru, menjadi pusat perhatian setelah diculik oleh kelompok bersenjata Papua pada Februari 2023.
Baca Juga: 10 Manfaat Air Kelapa Muda,Jaga Kesehatan Ginjal Hingga Bisa Cegah Serangan Jantung
Philip diketahui sudah memiliki istri warga Indonesia dan ikut tinggal di RI selama beberapa waktu.
Philip memiliki seorang putra berusia sekitar lima tahun. Ia merupakan sosok yang sayang dengan keluarga.
Sang pilot bekerja di maskapai Susi Air usai dirinya menyelesaikan sekolah penerbangan. Philip bekerja di bawah Susi Air sebelum kembali ke Selandia Baru pada 2016.
Baca Juga: 4 Penyebab Orang Tidur Mengorok, Nomor 2 Paling Umum
Philip belajar menerbangkan pesawat di Akademi Penerbangan Internasional di Bandara Christchurch.
Ia sempat bekerja di luar negeri selama delapan tahun lalu menikah pada 2012 sebelum pindah ke Auckland bersama istri dan putranya pada 2016.
Kemudian pada 2019, Philip dan keluarga pindah ke Hong Kong. Saat itu ia bekerja untuk Cathay Dragon, anak perusahaan Cathay Pacific yang berhenti beroperasi pada 2020 karena pandemi Covid-19.
Mehrtens bekerja untuk maskapai Indonesia Susi Air dan diculik setelah pesawatnya mendarat di wilayah Nduga, Papua.
Pada saat itu, Mehrtens berusia 37 tahun dan dikenal sebagai seorang pilot berpengalaman yang mencari tambahan jam terbang di Indonesia.
Tidak ada informasi resmi mengenai agama yang dianut oleh Mehrtens, karena hal ini belum dibahas secara publik oleh media ataupun pihak berwenang.
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia Mees Hilgers Bakal Main Lawan Manchester United di Old Trafford
Fokus utama publikasi terkait dirinya lebih banyak pada upaya pembebasan dan negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyanderanya.
Proses pembebasan Mehrtens sendiri melalui negosiasi panjang, dan dia akhirnya berhasil dibebaskan pada September 2024, setelah lebih dari 1,5 tahun dalam penyanderaan.
Pemerintah Selandia Baru bersama dengan Indonesia aktif terlibat dalam upaya ini, dengan fokus pada diplomasi dan upaya tanpa kekerasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





