Jakarta

Sistem Zonasi di PPDB 2025 Bakal Dihapus! Instruksi Wapres Gibran Kepada Mendikdasmen, Abdul Mu'ti: Sedang Kami Kaji dan Evaluasi

Sastra Yudha | 22 November 2024, 09:37 WIB
Sistem Zonasi di PPDB 2025 Bakal Dihapus! Instruksi Wapres Gibran Kepada Mendikdasmen, Abdul Mu'ti: Sedang Kami Kaji dan Evaluasi

AKURAT JAKARTA - Jalur zonasi pada sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dihapus mulai tahun depan.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, saat sambutan dalam acara Tanwir I Pemuda Muhammadiyah di Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2024).

Wapres Gibran mengatakan bahwa arahan itu sudah disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

Baca Juga: Hadir ke Kemensos, Farhat Abbas Mendadak Kesal dan Buang Muka Saat Agus Keceplosan Bilang Ini ke Wartawan

"Kalau kita bicara generasi emas, Indonesia 2045, ini kuncinya ada di pendidikan. Kuncinya ada di anak-anak muda," tegas Wapres.

"Makanya kemarin pas Rakor dengan para kepala dinas pendidikan, saya sampaikan secara tegas kepada Pak Menteri Pendidikan, sistem zonasi harus dihilangkan," lanjutnya.

Dalam Rakor Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia yang digelar di Hotel Sheraton, Jakarta Selatan, pada Senin (11/11/2024) lalu, Wapres Gibran memang sempat menyinggung soal sistem zonasi.

Menurut putra sulung mantan Presiden Jokowi ini, sistem zonasi tidak bisa diterapkan pada PPDB di seluruh wilayah Indonesia.

"Jadi Bapak-Ibu, zonasi ini program yang baik, tapi silakan nanti Bapak-Ibu selama Rakor mungkin bisa memberi masukan karena jumlah guru kita itu belum merata," katanya.

Pada Tanwir 1 Pemuda Muhammadiyah, Wapres Gibran juga menekankan pentingnya pendidikan.

Baca Juga: CATAT! Komisi III DPR RI Telah Menetapkan 5 Pimpinan dan 5 Dewas KPK periode 2024-2029, Berikut Daftar Nama dan Perolehan Suaranya

Karena pendidikan adalah kunci generasi emas dan Indonesia Emas tahun 2045. Oleh karena itu, lanjutnya, penting untuk memberikan kemudahan-kemudahan bagi generasi muda dalam mengakses pendidikan.

Wapres Gibran juga menyinggung soal pelajaran coding, programming, hingga digital marketing bagi anak-anak muda.

"Karena sekarang kita tidak boleh ketinggalan dari negara-negara lain," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gibran juga mengajak anak-anak muda untuk bergotong-royong dan bekerja keras di tengah adanya bonus demografi.

"Kesempatan tidak datang dua kali. Ini adalah kesempatan kita, panggung kita, dan kita benar-benar menjadi ujung tombak menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Sementara Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan kajian dan evaluasi terhadap sistem zonasi.

Ia berharap, semua pihak bisa bersabar karena proses kajian tersebut baru akan selesai pada Februari atau Maret 2025.

”Zonasi masih kami kaji, belum kami ambil keputusan,” kata Abdul Mu’ti saat meninjau uji coba makan bergizi gratis di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu (13/11/2024) lalu.

Baca Juga: TAHUKAH KAMU? Di Balik Aromanya yang Tak Sedap, Ternyata Jengkol Mengandung Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Berikut 15 di Antaranya

Diketahui, sistem zonasi dijalankan secara bertahap sejak 2016 di era Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

Penggunaan zonasi dimulai untuk penyelenggaraan ujian nasional. Sistem ini baru diterapkan pertama kalinya dalam PPDB pada 2017.

Tujuan sistem tersebut adalah untuk pemerataan Pendidikan. Anak menempuh jalur pendidikan di sekolah yang tak jauh dari rumah.

Tapi harus diakui, dalam pelaksanaannya, sistem zonasi sulit dijalankan, terutama di daerah-daerah dengan jumlah sekolah terbatas. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.