Ini Bantuan UMKM 2025, Ada Tambahan Modal hingga Syarat yang Makin Mudah

AKURAT JAKARTA - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan mendapatkan kartu usaha melalui program dari Kementrian UMKM pada tahun 2025 mendatang.
Menteri UMKM Maman Abdurahman menjelaskan bahwa program tersebut menjadi upaya untuk memberdayakan para pelaku UMKM.
Maman juga menambahkan bahwa program kartu usaha ini adalah tugas dari Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) yang difokuskan untuk meningkatan kapasitas UMKM dan wirausaha yang mandiri dan memiliki daya saing.
Program ini menjadi salah satu usaha pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha dan tenaga kerja.
Dalam pelaksanaannya, program kartu usaha akan dibagi menjadi dua jenis, yakni Kartu Usaha Afirmatif yang ditargetkan untuk masyarakat miskin dan rentan dengan kuota 10.000 kartu dan Kartu Usaha Produktif yang ditargetkan bisa memperkuat masyarakat kelas menengah dengan alokasi 15.200 kartu.
Manfaat dari kartu usaha akan mencakup banyak hal, mulai dari pelatihan, akses permodalan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan termasuk bantuan untuk mengurus persyaratan legal seperti serifiikasi dan perizinan.
Pada pengembangannya, para pemegang kartu usaha akan terintegrasi dengan platfrom digital "Sapa UMKM" yang akan dikembangkan oleh Kementerian UMKM.
Platform ini akan dimaksimalkan untuk mengintegrasikan data UMKM sehingga memungkinkan untuk pemantauan dan evaluasi yang lebih efektif terhadap program tersebut.
“Ini program amanah dari Bappenas yang memang sedang kami godok bersama antara Kementerian UMKM dan Bappenas,”kata Maman dikutip dari Antara.
Baca Juga: Begini Cara Mudah Mendaftar Bansos BPNT 2025, Bisa Cair Bantuan Rp 2,4 Juta
Kementerian UMKM pada tahun 2025 ditetapkan mendapat pagu anggaran sebesar Rp463,85 miliar. Dana ini akan dialokasikan Rp298 miliar untuk program dukungan manajemen dan mengalokasikan Rp165,77 miliar untuk program UMKM dan kewirausahaan.
Maman mengusulkan untuk menambahkan anggaran dana Rp1,23 triliun sehingga kementrian UMKM mendapat pag anggaran total menjadi Rp1,69 triliun pada tahun 2025.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





