PLN Tembus Rp138 Triliun, Ini Daftar 5 BUMN dengan Nominal Utang yang Fantastis

AKURAT JAKARTA - Deretan BUMN dengan utang tertinggi kembali menjadi sorotan publik setelah laporan keuangan terbaru hingga 30 Juni 2024 menunjukkan angka yang mencengangkan.
Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama dari sektor konstruksi dan energi, mengalami tekanan besar akibat akumulasi utang yang terus meningkat.
Tekanan ini bukan hanya berasal dari proyek penugasan pemerintah, tetapi juga akibat lemahnya tata kelola dan kurang cermatnya perencanaan keuangan di internal perusahaan.
Baca Juga: Astaghfirullah! Diduga Gegara Terinspirasi Game Online, Bocah 9 Tahun Nekat Bakar 13 Rumah!
Masalah utang pada BUMN tertentu, khususnya BUMN Karya, kerap menjadi momok yang sulit diselesaikan.
Meski beberapa perusahaan mulai mengambil langkah restrukturisasi atau efisiensi, tingginya beban keuangan jangka pendek dan panjang tetap menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan bisnis.
Lantas, BUMN mana saja yang memiliki utang tertinggi saat ini?
Baca Juga: Ju Ji Hoon Sabet Piala Penghargaan Bergengsi, Pidatonya Bikin Fans Berkaca-kaca
Berikut daftarnya berdasarkan laporan keuangan resmi:
1. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) – PLN
PLN mencatatkan utang paling tinggi dibanding BUMN lainnya, dengan total mencapai Rp138,88 triliun per Juni 2024.
Dari angka tersebut, Rp21,12 triliun merupakan utang jangka pendek (naik dari Rp20,94 triliun per Desember 2023), sementara Rp117,76 triliun adalah utang jangka panjang (turun dari Rp127,87 triliun).
Meski ada penurunan di utang jangka panjang, peningkatan kewajiban jangka pendek tetap menjadi sorotan.
Baca Juga: Efisiensi Ibadah Haji, Indonesia Segera Bangun Permukiman Jemaah di Arab Saudi
2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Total utang Telkom Indonesia tercatat sebesar Rp51,21 triliun per Juni 2024.
Utang jangka pendek berada di angka Rp13,09 triliun, sedangkan utang jangka panjang mencapai Rp38,12 triliun.
Peningkatan ini sejalan dengan kebutuhan ekspansi infrastruktur digital nasional.
3. PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Perusahaan konstruksi ini memiliki utang sebesar Rp69,3 triliun pada akhir 2024.
Namun, Waskita berhasil menurunkan utangnya sekitar Rp14,7 triliun melalui restrukturisasi dengan 22 bank.
Langkah ini mencakup penandatanganan master restructuring agreement (MRA) dan penyesuaian fasilitas Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP).
Baca Juga: Kapan Gaji ke-13 Cair? Simak Jadwal dan Besarannya Disini
4. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk – WIKA
WIKA mencatat total utang Rp50,04 triliun per kuartal I 2025, sedikit turun dari sebelumnya Rp51,6 triliun.
Penurunan ini merupakan hasil dari upaya efisiensi dan perbaikan manajemen keuangan di tengah tantangan ekonomi global.
Baca Juga: Tak Penuhi 6 Syarat Ini, Hewan Kurban dari Luar Daerah Bisa Ditolak Dijual di Jakarta Barat
5. PT PP (Persero) Tbk
PT PP memiliki total utang Rp41,1 triliun per kuartal I 2025.
Sayangnya, penurunan pendapatan dari Rp4,6 triliun menjadi Rp3,5 triliun turut memengaruhi laba bersih perusahaan yang menyusut dari Rp94,6 miliar menjadi Rp59,38 miliar.
Besarnya utang BUMN ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan publik akan pentingnya reformasi struktural dan efisiensi berkelanjutan di tubuh perusahaan pelat merah.
Baca Juga: Silaturahmi dan Halal Bi Halal Alumni TKJ 2006 SMKN 1 Cibinong, Suasana Hangat Penuh Kekeluargaan
(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








