Di Balik Gelar Lulusan Terbaik IPDN, Thoriq Anwar Berhasil Menjadi Lulusan Terbaik IPDN 2026

AKURAT JAKARTA - Tidak semua perjalanan menuju kesuksesan dimulai dari kondisi yang serba berkecukupan.
Bagi Mohamad Toriq Anwar, langkah menuju Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) justru diawali dengan perjuangan sederhana yang dilakukan keluarganya demi memenuhi biaya transportasi untuk mengikuti seleksi.
Kini, perjuangan tersebut berbuah manis.
Toriq berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik IPDN tahun 2026 dan termasuk dalam 10 pamong praja muda berprestasi yang mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto saat Upacara Pelantikan Angkatan XXXIII di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa para lulusan terbaik tahun ini berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana.
"Sebelum naik ke podium, saya mendapat laporan dari Menteri Dalam Negeri, 'Bapak Presiden, bahwa sepuluh lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana.' Tadi disampaikan kepada saya, ada yang merupakan anak buruh, anak petani, dan ada pula anak bintara TNI," kata Prabowo di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, pada Rabu, 29 Juli 2026, dikutip dari laman resmi Sekretariat Presiden, Selasa (4/8/2026).
Bagi Toriq, ucapan tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang yang telah dilaluinya.
Ia berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, dari keluarga yang menggantungkan hidup sebagai petani dan peternak bebek.
Orang tuanya sehari-hari menjual telur bebek ke warung-warung di sekitar tempat tinggal mereka.
Keinginan untuk mengubah kondisi keluarga membuat Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022.
Baca Juga: Lokasinya Berdempetan, Gubernur Pramono Anung Targetkan Dua JPO Rasuna Said Segera Terhubung
Ia memahami bahwa jika diterima di sekolah kedinasan tersebut, seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup selama menjalani pendidikan akan ditanggung negara.
Namun, proses menuju cita-cita itu tidak mudah.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi keluarganya adalah memenuhi biaya perjalanan dari Banyumas menuju Semarang, lokasi pelaksanaan seleksi.
"Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu," ungkapnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi, Toriq tetap mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






