Ayahnya Berpenghasilan Cuma Rp500 Ribu, Larasati Tak Menyerah Kejar Mimpi Kuliah di ITB

AKURAT JAKARTA - Bagi Larasati Aulia Shafira Damayanti, perjuangan menuju Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak hanya berlangsung saat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi.
Sebelum resmi menjadi mahasiswa, ia harus melewati berbagai tantangan yang berkaitan dengan keterbatasan ekonomi dan fasilitas.
Larasati merupakan putri asal Boyolali yang lahir dari keluarga sederhana.
Ayahnya bekerja sebagai petugas kebersihan dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu per bulan.
Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, sang ayah juga mengambil pekerjaan tambahan sebagai buruh jahit.
Di saat yang sama, ayahnya masih harus membiayai pendidikan kakak Larasati yang sedang kuliah.
Kondisi tersebut membuat Larasati sadar bahwa biaya pendidikan tinggi bukan persoalan sederhana bagi keluarganya.
Alih-alih mengurungkan niat, ia justru mencari jalan melalui BSI Scholarship Unggulan.
Dalam prosesnya, Larasati tidak menjalani semuanya seorang diri.
Ia meminta bantuan kakaknya yang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Indonesia untuk menyempurnakan esai beasiswa.
Baca Juga: Kuliah Gratis di Mesir, Beasiswa EGYAID 2026 Ternyata Bisa untuk S1 hingga S3
Setelah lolos tahap awal, tantangan berikutnya adalah psikotes.
Larasati harus mengerjakan sekitar 500 soal secara daring melalui Zoom selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Ujian belum berhenti di sana.
Ketika memasuki tahap wawancara, Larasati bahkan belum memiliki laptop untuk mengikuti proses seleksi.
"Jujur, waktu wawancara saya masih menggunakan gawai seadanya karena belum punya laptop. Alhamdulillah, karena sebelumnya sering berlatih wawancara, prosesnya bisa berjalan cukup lancar," ujar siswa SMA Unggulan CTARSA Sukoharjo ini dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








