Paviliun Raden Saleh TIM Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Gelar Pameran 100 Tahun Ali Sadikin

AKURAT JAKARTA - Taman Ismail Marzuki (TIM) terus memperkuat perannya sebagai ruang seni dan budaya yang mempertemukan para seniman dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Selain menghadirkan pertunjukan dan berbagai kegiatan kebudayaan, TIM kini didukung fasilitas yang memungkinkan para seniman untuk berinteraksi, bertukar gagasan, berkolaborasi, hingga membangun jejaring.
Salah satu fasilitas yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem tersebut adalah Paviliun Raden Saleh (PRS). Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan para seniman yang datang dan berkegiatan di kawasan TIM.
Baca Juga: Menuju Munas X, HWK Gelar Rapimnas 2026 Bahas Peranan Politik Perempuan di Era Digital
Head of SBU TIM PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Anya Aprilia, mengatakan bahwa PRS dirancang dengan mempertimbangkan karakter TIM sebagai salah satu ruang berkumpul para seniman.
"PRS dirancang dengan memperhatikan karakteristik TIM sebagai salah satu ruang berkumpulnya para seniman. Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan seniman dari luar Jakarta, bahkan dari luar negeri, mendapatkan tempat yang mendukung selama berkegiatan di kawasan TIM," ujar Anya di Jakarta, Rabu (2/8/2026).
Salah satu bentuk kolaborasi antara Jakpro dan para seniman diwujudkan melalui Pameran Seni Rupa "100 Tahun Ali Sadikin: Memoria dan Utopia Jakarta".
Pameran tersebut akan berlangsung di Selasar Nashar, Paviliun Raden Saleh, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 20 November hingga 10 Desember 2026.
Pameran yang dikuratori Syakieb Sungkar ini mengangkat semangat mengenang warisan sekaligus menggagas masa depan Jakarta sebagai kota seni dan budaya. Sebanyak 35 seniman dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta turut berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Seniman TIM sekaligus panitia pameran, Seno Joko Suyono, mengatakan TIM kini telah berkembang menjadi ruang yang tidak hanya digunakan untuk menggelar pertunjukan, tetapi juga mempertemukan para pelaku seni dari berbagai wilayah.
"TIM saat ini bukan hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi telah berkembang menjadi ruang yang mempertemukan dan menghubungkan para seniman, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari dunia internasional," ujar Seno.
Menurut dia, keberadaan berbagai fasilitas pendukung membuat TIM menjadi ruang yang lebih akomodatif bagi para seniman untuk berkarya, berdiskusi, hingga membangun jejaring.
"Bagi kami para seniman, TIM bukan sekadar gedung atau kawasan kesenian. TIM adalah ruang hidup tempat gagasan bertemu, karya tumbuh, dan kebudayaan Indonesia diperkenalkan kepada dunia," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





