Status Siaga! Gunung Api Tertinggi di Jawa Ini Meletus 37 Kali dalam 6 Jam

AKURAT JAKARTA - Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hingga saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.
Dalam pengamatan terbaru selama enam jam, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami puluhan kali letusan yang beberapa di antaranya berulang kali disertai dengan suara dentuman.
Berdasarkan data resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru untuk periode pengamatan Selasa, 15 September 2026 mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas vulkanik gunung tersebut terpantau masih sangat tinggi.
Catatan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru
Petugas Pos PGA Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan bahwa dalam kurun waktu enam jam tersebut, Gunung Semeru telah mengalami 30 kali letusan.
"Gunung Semeru mengalami 37 kali letusan dalam 6 jam dengan beberapa letusan disertai dengan suara dentuman," ujar Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulisnya, Selasa (15/9/2026).
Suara dentuman yang menyertai letusan tersebut terdeteksi dengan intensitas variatif, mulai dari lemah hingga kuat.
Selain aktivitas letusan, pos pengamatan juga merekam sejumlah aktivitas kegempaan dan vulkanik lainnya, meliputi: 4 kali gempa guguran, 8 kali gempa embusan, dan 2 kali tremor harmonik.
Rekomendasi Zona Bahaya untuk Masyarakat
Mengingat status Gunung Semeru yang masih berada di Level III (Siaga), pihak PGA Semeru mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan warga setempat maupun para wisatawan.
Masyarakat diminta mematuhi batasan radius aman berikut:
Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak gunung.
Sempadan Sungai: Di luar jarak 13 kilometer tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena rawan luapan material vulkanik.
Potensi Bahaya Sekunder: Masyarakat diimbau selalu mewaspadai potensi Awan Panas Guguran (APG), guguran lava, serta banjir lahar dingin di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu langsung di puncak Gunung Semeru.
Wilayah sungai yang wajib diwaspadai secara ekstra meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan.
"Masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sejauh 13 KM dari puncak serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar," pungkas Sigit. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 3Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



