Musim Kemarau Bikin Air Sumur Mengering, Sayangnya 13 Persen Warga Jakarta Belum Jadi Pelanggan PAM Jaya

AKURAT JAKARTA – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak terhadap warga Jakarta yang masih mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
PAM Jaya mengungkap masih ada sekitar 13 persen warga Jakarta yang belum menjadi pelanggan layanan air perpipaan.
Sebagian besar wilayah yang menjadi tantangan berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Baca Juga: Buka Musda Golkar Jakbar, Ahmed Zaki Minta Kader Turun ke Masyarakat Selesaikan Masalah Warga
Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, mengatakan bahwa secara keseluruhan layanan perpipaan PAM Jaya saat ini telah mencakup sekitar 83 persen dengan jumlah pelanggan mencapai 1,2 juta.
Menurutnya, persoalan pasokan air saat ini lebih banyak dirasakan warga yang belum menggunakan layanan air perpipaan dan masih bergantung pada air tanah.
"Warga Jakarta yang memang belum menggunakan air perpipaan, yang kemarin sempat muncul misalkan di Cilandak, di wilayah Citra, kemudian di Lenteng Agung maupun di Timur Jakarta tertentu, adalah warga yang memang mereka belum menggunakan PAM Jaya. Sehingga memang air tanahnya sudah mulai mengering," kata Syahrul di Kantor PAM Jaya, Jakarta Pusat, dikutip, Minggu (20/9/2026).
Syahrul menyebut, kondisi serupa juga telah terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Depok, salah satunya Cipedak.
Direktur Teknik PAM Jaya, Akhmad Santika, menyebut, sekitar 13 persen warga yang belum menjadi pelanggan tersebut terutama berada di sejumlah wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Baca Juga: Peluang Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Begini Respons KPK
Beberapa wilayah yang disebut masih menjadi tantangan bagi PAM Jaya antara lain Kecamatan Jagakarsa, Cilandak, Pasar Rebo, dan Kramat Jati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


