Jakarta

Terdampak Karhutla, Siswa SMA Tetap Bisa Ikut TKA Susulan 2026 Tanpa Kehilangan Kesempatan

Anggerhana Denni Rahmawati | 24 Oktober 2026, 07:30 WIB
Terdampak Karhutla, Siswa SMA Tetap Bisa Ikut TKA Susulan 2026 Tanpa Kehilangan Kesempatan
Ilustrasi TKA susulan 2026 untuk siswa SMA. - Gemini Google

AKURAT JAKARTA - Bencana alam bisa mengganggu banyak hal, termasuk kesempatan siswa mengikuti ujian sesuai jadwal.

Bagi siswa SMA/MA/SMK dan sederajat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun bencana lainnya, kondisi tersebut tidak harus membuat mereka kehilangan kesempatan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan mekanisme ujian susulan bagi peserta yang berhalangan hadir akibat situasi kebencanaan.

Kebijakan ini memberikan ruang bagi siswa untuk menyesuaikan keikutsertaan dengan kondisi di wilayah masing-masing.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BKPDM Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan bahwa siswa yang sudah terdaftar tetap dapat mengikuti ujian pada sesi utama apabila kondisi memungkinkan.

Artinya, peserta yang sebelumnya dipersiapkan untuk mengikuti ujian susulan tidak otomatis kehilangan kesempatan mengikuti jadwal awal.

Sebaliknya, apabila bencana membuat siswa tidak dapat hadir, ketidakhadiran tersebut akan dicatat oleh pengawas melalui berita acara pelaksanaan.

Data itu kemudian menjadi bagian dari rekonsiliasi calon peserta ujian susulan.

"Akan diusulkan untuk mengikuti susulan. Meskipun secara linimasa saat ini sudah persiapan, artinya ketika di hari H nanti mereka ingin mengikuti di sesi utama, mereka tetap bisa mengikuti di sesi utama; dan apabila tidak hadir, dari pengawas ada berita acara pelaksanaan secara otomatis akan masuk ke data rekonsiliasi calon peserta susulan," ujar Rahmawati.

Kondisi Bencana Bisa Berubah Setiap Hari

Baca Juga: Makin Dipaksa Tidur, Makin Susah Terlelap? Ini Penjelasan Psikologinya

Salah satu tantangan dalam penyelenggaraan ujian di wilayah terdampak bencana adalah situasi yang sulit dipastikan.

Kondisi karhutla, misalnya, dapat berubah dari hari ke hari sehingga siswa belum tentu bisa memastikan kehadiran mereka jauh sebelum ujian berlangsung.

Karena itu, mekanisme yang disiapkan Kemendikdasmen memberikan fleksibilitas kepada peserta.

Siswa tetap bisa mengikuti sesi utama jika keadaan memungkinkan.

Namun, jika akhirnya berhalangan hadir, mereka perlu melaporkan kondisi tersebut kepada satuan pendidikan masing-masing.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.