JANGAN menyerah. Hari ini masih seperti kemarin. Jalan dari tempat kerja ke rumah bersaling tempat istri dan bayiku, sangat padat merayap bahkan macet.
Kendaraan, mobil, motor saling berebutan ruang. Para pengendara berebut untuk sekedar mendapatkan akses jalan, agar mereka tetap bergerak ke depan.
Saling serobot acap terjadi dan dianggap biasa. Satu pengendara memaksa pengendara lain untuk saling sigap. Keterampilan berkendara harus menjadi sangat mahir. Tanpa itu semua, gerak laju kendaraan akan semakin tertinggal.
Saat sang surya mulai tenggelam, saat aku baru pulang ke peraduan, kumelihat istriku tertidur. Lelah dan lelap. Aku mencium pipinya. Aku mengecup keningnya.
Aku berbisik di telinganya: "Maaf ya, kalau aku belum bisa membahagianmu. Aku berjanji akan terus berusaha, sampai kamu merasa bahagia hidup bersamaku."
Baca Juga: Generasi Milenial dan Generasi Z Mendominasi Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2024
Seorang suster mengetuk pintu. Aku buka. Suster masuk membawa bayiku. Dibaringkan di samping istriku. Bayi mungilku sedang belajar minum ASI. Lucu dan menggemaskan. Tak bosan-bosannya aku menggendong dan menimang-nimang.
Kehadiran bayi mungil ini membuatku makin cinta kepada Nur Laila Yasmin. Tapi istriku tak juga mencintaiku.
Belum pernah sekalipun terucap kata cinta dari mulutnya. Padahal, usia pernikahan kami sudah setahun.
Bagiku, istri dan si buah hati adalah pengobat lelah. Meski obat itu kini masih terasa amat pahit. Namun aku yakin, suatu saat nanti obat ini akan berkhasiat. Jadi obat penyembuh luka.
Istriku memang pelit cinta. Bahkan untuk bicara pun masih seperlunya saja. Kecuali jika sedang marah. Atau ribut di dunia maya. Via pesan pendek alias SMS (Short Message Service).
Di tangan istriku, bila sedang emosi, SMS bisa berubah jadi buku tulis. Bisa sepanjang cerpen. Berseri-seri. Berkali-kali kirim. Dari satu masalah, sampai melebar ke mana-mana.
Baca Juga: Berikut 4 Jalan di Tangerang yang Bakal Terapkan Ganjil Genap
Kalau sudah begitu, biasanya aku cuekin saja. Aku tak mau jawab SMS-nya. Aku biarkan sampai puas. Karena cukup mengganggu kerjaanku.
Nanti, setelah aku pulang. Saat kami sudah di atas ranjang, baru aku jelaskan. Aku clearkan persoalannya. Gantian aku yang nasehati dia panjang-lebar.
Semua aku lakukan dengan tenang, lemah lembut dan suara lirih. Tidak meledak-ledak. Apalagi marah-marah.
Hal seperti itu tidak hanya sekali atau dua kali terjadi. Berkali-kali. Bahkan, dalam sebulan bisa empat kali. Tapi aku tetap sabar. Keributan dalam rumah tangga adalah biasa. Cekcok mulut adalah bumbu keluarga.
Bumbu itu yang membuat rumah tangga jadi lebih berasa. Kadang manis, terkadang pahit, getir, asin dan asam. Kalau biasa-biasa saja, katanya malah terasa hambar.
Baca Juga: Begini Syarat dan Cara Mendapatkan Subsidi Motor Listrik
Tapi kebanyakan bumbu, masakan juga terasa jadi ambeyar. Kuncinya, salah satu harus ada yang mengalah.
Sebagai suami, aku harus menasehatinya. Membimbingnya. Apalagi, pernikahan kami tanpa dasar saling cinta.
Aku memaklumi. Butuh waktu untuk saling mengenali. Butuh proses untuk saling mencintai. Aku tak boleh putus asa. Laa tae asu...! Jangan menyerah...! (Bersambung)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







