Jakarta

NOVEL BAG.93 : Arti Sebuah Mimpi

Sastra Yudha | 6 September 2023, 17:15 WIB
NOVEL BAG.93 : Arti Sebuah Mimpi

PULANG dari rumah Suhu. Dalam perjalanan dari Jatiasih, Bekasi, menuju ke Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dari ujung ke ujung. Tengah malam. Suasana jalanan relatif sepi. Tak ada hiruk-pikuk kendaraan, seperti berangkatnya sore tadi.

Sesekali terdengar deru knalpot motor racing. Saat itu sedang ngetren di kalangan anak muda. Terutama para pecinta balap liar. Aku minta sopir sedikit mempercepat laju kendaraan, agar tak terjebak di tengah remaja yang ugal-ugalan itu.

Mobil minibus sewaan itu berisi enam orang. Di depan ada sopir dan aku. Di tengah ada istriku, Nur Laila Yasmin, dan ibunya atau ibu mertuaku. Di belakang, ada ayah mertua dan Bang Udin, penunjuk jalan ke tempat Suhu.

Baca Juga: Metode Spray Ekoenzim Tekan Polusi Udara di Jakarta

Sepanjang jalan, otak kami disesaki rasa penasaran: siapa orang yang tega mengerjai Laila Yasmin. Siapa durjana yang berani mengirim santet itu?

"Istri Mas sakit karena diciderai secara ghaib. Ada orang jahat yang melukai organ paru-parunya," kata Suhu.

Ayah dan ibu mertuaku terus mendesak Yasmin, soal siapa orang jahat itu. Tapi Yasmin pun keukeuh mengaku tidak tahu. Semakin didesak, semakin keras bantahannya. Karena itu, aku memilih diam saja.

Sesaat suasana dalam mobil kembali hening. Hanya deru mobil yang terdengar. Tiba-tiba Yasmin membuka cerita.

"Malam waktu aku sakit pertama, sebelumnya aku bermimpi."

"Mimpi apa?" kejar ibunya.

"Aku bermimpi melihat enam bara api terbang di langit. Di atas rumah kita. Lalu turun dan masuk ke dalam rumah," ceritanya.

Baca Juga: Inspirasi Bagi Gen Z, Pasutri Milenial Sukses Usaha Cookies Rumahan

"Lalu, api itu jatuh ke tubuh Rahman. Aku teriak-teriak minta tolong. Aku takut api itu membakar rumah. Aku goyang-goyangkan tubuh Rahman, tapi dia nggak bangun juga," lanjutnya.

"Anehnya, api itu gak mempan membakar tubuh Rahman. Lalu enam api itu terbang lagi. Tapi hanya sampai atap genteng. Lalu meluncur jatuh dan mengenai dadaku."

Kami semua yang ada dalam mobil, menyimak dengan penuh penasaran cerita Yasmin.

"Aku langsung bangun. Dadaku terasa nyeri dan sesak. Sejak saat itu, aku langsung batuk-batuk."

"Batuknya berdarah nggak?" tanyaku.

"Iya. Pas aku muntahin di kamar mandi, dahaknya ada campur darah."

"Wah, itu kena santet. Gila, jahat banget tuh orang ya..!" sahut Bang Udin.

"Semoga Alloh membalas kejahatannya dengan yang setimpal," kata ayah mertua.

Baca Juga: Kanal YouTube Resmi DPR RI Dihack, Menampilkan Tayangan Judi Online Langsung

"Iya, Bib. Kita cari tahu pelakunya, Bib. Kalau sampai ketemu, saya mau ikut gebukin. Bila perlu sampai mampus," timpal Bang Udin.

"Galak amat, Bang Udin." canda si sopir.

"Iya, dong. Orang gak salah apa-apa kok dikerjain sampai begini." Bang Udin menggebu-gebu.

"Suhu pasti bisa cari tahu siapa pelakunya. Kita tanyakan ke Suhu, besok hari Minggu," tegas Bang Udin. (Bersambung)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.