Jakarta

NOVEL BAG.102 : Apa yang Kunanti Selama 5 Tahun, Akhirnya Datang Juga

Sastra Yudha | 17 September 2023, 11:34 WIB
NOVEL BAG.102 : Apa yang Kunanti Selama 5 Tahun, Akhirnya Datang Juga

MALAM itu, purnama tak menampakkan wajahnya. Mendung menyelimuti langit. Membuat para bintang terlelap dalam tidur panjang. Purnama pun enggan memancarkan sinarnya. Meski hujan tak jua turun membasahi bumi.

Cuaca seperti itu membuat malam cepat datang. Kantuk pun menyerang. Aku mengajak istriku ke peraduan. Membentangkan tubuh di atas ranjang.

Ada yang aneh dengan sikap istriku. Wajahnya tak lagi murung. Senyumnya mulai mengembang dari bibir tipis nan merah. Ia memandangiku yang terbaring di sampingnya. Tatapan matanya tajam. Seakan hendak menerkam.

Baru kali ini aku melihat wajah istriku secerah ini. Sejak kami menikah. Sejak lima tahun lalu.

Tiba-tiba istriku berbisik: "Bang, I love you."

Dan, inilah kata yang aku tunggu-tunggu. Butuh waktu lima tahun untuk mengatakannya. Sebuah kata yang terdiri dari lima huruf. Namun memiliki makna seluas lima halaman. Kata itu adalah: Cinta.

Baca Juga: Hasil Penelitian, Gen Z Lebih Suka Mencari Informasi Pakai Tiktok Ketimbang Google

Jantungku berdegub kencang. Aku senang bukan kepalang. Akhirnya, cintaku terbalas juga. Cintaku tak lagi bertepuk sebelah tangan. Aku telah memiliki Nur Laila Yasmin seutuhnya. Bukan hanya raganya, seperti selama ini. Kini aku memiliki pula jiwanya.

Hasil perjuanganku yang tak kenal lelah. Enggan untuk menyerah. Malamku menjadi malam terindah. Semalam suntuk aku tak bisa tidur. Inilah saat-saat yang aku nantikan. Akhirnya, cinta hadir di hatiku dan di hatimu. Cinta telah menyatu di hati kita.

Cinta adalah energi. Energi positif yang ada di dalam diri kita. Seperti energi, kita juga tidak dapat menciptakan cinta. Karena cinta, sebenarnya adalah wujud perubahan dari energi positif yang lain.

Cinta bisa merupakan sebuah perubahan dari rasa sayang, rasa memiliki, persahabatan, kagum, atau mungkin perubahan dari belas kasihan.

Baca Juga: Uji Coba Gratis Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibuka Hari Ini, Begini Tahapan Pendaftaran Calon Penumpang

Ketika energi cinta berada di dalam diri, kita bisa mengubahnya menjadi sebuah energi yang mampu menjadikan kita untuk memberi dan saling berbagi. Kita bisa mengubahnya menjadi energi untuk melakukan pengorbanan demi seseorang yang kita cintai.

Energi cinta juga bisa membuat diri kita berubah menjadi lebih baik. Berubah menjadi yang terbaik demi orang yang kita cintai.

Cinta membutuhkan kemauan, keberanian, keihklasan serta rasio pikiran. Kemauan mengubah cinta menjadi perbuatan. Sebuah tindakan nyata. Sedangkan dengan keberanian, cinta akan menjadi sebuah pengorbanan.

Keberanian akan membuat kita mampu untuk mengambil segala resiko, demi orang yang kita cintai. Tanpa kemauan dan keberanian, cinta hanya menjadi suatu perasaan yang terpendam. Perasaan yang tak terungkap. Menjadi sebuah hal yang tak pernah nyata.

Keihklasan membuat cinta kita menjadi tulus. Tanpa keihklasan, kita tidak akan pernah mampu untuk memberi dan berbagi, tanpa mengharapkan sesuatu yang lebih.

Rasio pikiran adalah alat pengendali. Mengendalikan segala tindakan dan perbuatan kita, agar tetap masuk akal.

Baca Juga: Resep Tahu Bacem Jawa, Lauk yang Bisa Buat Cemilan

Ketika cinta tersakiti, cinta tidak akan mati. Seperti energi yang tak pernah musnah, cinta akan selalu ada. Energi positif cinta akan berubah menjadi energi negatif untuk membenci, menyakiti atau energi hanya untuk bersedih.

Ketika kita kecewa, cinta bisa berubah menjadi energi amarah. Semakin besar energi cinta yang kita miliki, maka akan semakin luar biasa amarah yang ada.

Tetapi betapa pun sakitnya hati kita, betapa pun kecewanya kita, cinta selalu ada di dalam hati kita. Dengan sedikit kemauan, keihklasan serta keberanian untuk memaafkan, cinta tidak akan berubah menjadi enegi negatif.

Bahkan ketika raga kita tak bernyawa, cinta juga tidak musnah. Cinta memberikan energi kepada orang yang kita tinggalkan untuk bersedih, untuk tetap menyimpan kenangan indah di dalam benak mereka. Memberikan energi kepada mereka untuk tetap melanjutkan hidup, untuk menghadapi kenyataan.

Cinta juga bisa memberikan semangat baru kepada orang yang kita tinggalkan. Semangat untuk melanjutkan perjuangan yang kita lakukan. Semangat untuk berbuat lebih baik dari apa yang selama ini kita lakukan.

Baca Juga: Wisata Jakarta Nikmati Pantai Pulau Tidung, Snorkeling hingga Berburu Sunset-Sunrise

Aku telah membuktikannya. Ketika cintaku telah menyatu dengan cinta istriku, maka semuanya jadi indah. Semua jadi mudah. Karena semua pekerjaan yang kita kerjakan dengan cinta, jadi lebih berenergi. Hasilnya pun jadi lebih maksimal. (Bersambung)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.