Tips: Cara CERDIK dan Sehat Kembali Beraktivitas Sesudah Libur Lebaran 2024 ala Praktisi Kesehatan Masyarakat, Simak di Sini

AKURAT JAKARTA - Setelah berduka ria mudik ke kampung halaman, saatnya kembali ke kota untuk bekerja atau menjalankan aktivitas.
Namun, kepadatan pemudik dan 'kejar setoran' silaturahmi ke handai taulan di kampung halaman, membuat pemudik kelelahan.
Nah, berikut ini tips sehat kembali beraktivitas sesudah libur lebaran agar tetap bugar dan produktif cara CERDIK ala Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama:
Baca Juga: Legenda Si Pitung dari Betawi, Pahlawan di Mata Rakyat Jelata dan Perampok di Mata Kompeni
1. Cek kesehatan rutin.
Pastikan kondisi tubuh sehat seperti tekanan darah < 140/90 (normal) juga kadar gula darah, kolesterol, lemak, asam urat dalam kondisi normal.
Pada penderita DM kadar HbA1c < 6,5 %. Jika kadarnya 5,7–6,4 % periksakan per 6 bulan karena masuk pradiabetes.
Periksa kondisi secara geatis ke puskesmas terdekat atau klinik kantor masing masing.
2. Enyahkan asap rokok.
Tetap jangan menjadi perokok aktif atau pasif ya! Karena akan menurunkan imunitas sehingga lebih mudah terkena batuk, pilek, sesak nafas.
Bagi yang merokok disebut 1st hand smoker, yang menghirup asap langsung disebut 2nd hand smoker, dan menghirup sisa asap rokok pasa benda disebut 3rd hand smoker.
3. Rajin aktivitas fisik.
Yuk senam peregangan ringan di kantor 15-30 menit setiap jam 10.00 dan 14.00 atau memastikan mencapai target 8.000-10.000 langkah per hari
Baca Juga: Bosan dengan Opor dan Rendang, Simak Resep Mie Ayam Bakso Rumahan yang Kerap Diburu di Momen Lebaran
4. Diet yang seimbang.
Untuk mengurangi berat badan secara ideal dan cepat, terapkan intermittent fasting dengan puasa minimal 14-16 jam dalam 24 jam.
"Atau puasa syawal aja sekalian akan lebih baik, berpahala, sekalian mengganti puasa yang belum lengkap selama Ramadhan," katanya.
Puasa intermittent dapat dilakukan sesuai jam yang dikehendaki, misalnya berpuasa mulai jam 20.00 s.d 10.00 atau s.d 12.00 selama 14-16 jam berpuasa hanya boleh minum yang tidak manis.
Tetapi di luar waktu puasa boleh memakan makanan sesuai jumlah kalori harian.
Hindari diet ini pada penderita maag, dan tetap diet dibawah supervisi ahli gizi atau dokter. Tetap yang utama perbanyak makan sayur, buah, kurangi konsumsi gula, garam, lemak
5. Istirahat cukup:
Tidur wajib < 7 jam per hari atau maksimalkan power nap tidur 15-30 menit di jam istirahat kantor pada siang hari.
Power nap atau tidur sekitar 15–30 menit (tidak boleh lebih dari 30 menit, berkhasiat untuk menambah power atau energi sehingga tubuh kembali bugar dan rasa kantuk hilang sementara dengan cepat.
Tidur siang biasa berlangsung 40-90 menit, diantaranya meningkatkan kemampuan untuk fokus, konsentrasi, meningkatkan produktivitas dan menyenangkan hati, meningkatkan kemampuan fisik dan kognitif.
Power nap hanya membawa seseorang memasuki fase siklus tidur pertama hingga kedua. Belum masuk fase tiga (tidur nyenyak) dan fase empat (lengkap) atau rapid eye movement (REM).
Pada tahapan tidur yang kedua, otot menjadi lebih rileks dan fungsi tubuh melambat. Sementara itu, tahap REM akan membuat otot tubuh lumpuh sementara.
6. Kelola stress.
Silaturahmi secara langsung dengan bermaafan, berbagi cerita dan buah tangan dengan teman kerja, interaksi saling berempati, jangan mudah baper.
Baca Juga: Sinopsis The First Omen, Kisah Kelahiran Damien, Sang Anak Titisan Iblis
"CERDIK dapat meningkatkan imunitas dan mencegah dari sakit menular dan tidak menular," terangnya.
Untuk sakit menular dianjurkan untuk melengkapi imunisasi gratis program pemerintah termasuk COVID-19, dan yang berbayar.
"Influenzae yang didapatkan berbayar 1x tiap tahunnya, sangat ampuh mencegah influenzae sejak usia 6 bulan ke atas terutama kelompok berisiko: balita, lansia, tenaga kesehatan, ibu hamil," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




