HATI-HATI! Modus Buka Lowongan Kerja, Penipu ini Pakai Data Pribadi Pelamar untuk Pinjol, Jumlahnya Capai Rp 1,1 Miliar

AKURAT JAKARTA - Peringatan! Hati-hati para pelamar kerja. Jangan sampai menjadi korban penipuan. Seperti yang terjadi di Jakarta Timur ini.
Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengungkap modus penipuan dengan dalih membuka lowongan kerja.
Namun ternyata, data pribadi pelamar kerja itu justru digunakan untuk pinjaman online (Pinjol).
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengungkapkan pihaknya telah menangkap pelaku inisial R (40).
Dalam aksinya, pelaku R mengaku sebagai penyalur tenaga kerja di Counter HP Mall Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur.
Setelah ada pelamar kerja, pelaku meminta KTP asli dan foto selfie pelamar dengan memegang KTP asli.
Rupanya, KTP asli dan foto selfie pelamar dengan memegang KTP asli itu digunakan pelaku R untuk meminjam uang di aplikasi Pinjol.
Berdasarkan penyelidikan polisi, sejauh ini sudah ada 26 pelamar kerja yang menjadi korban. Total pinjaman di Pinjol pun tak main-main, mencapai Rp 1,1 miliar.
Nicolas menjelaskan, kasus ini terungkap berkat laporan korban inisial ML (31) ke Polres Metro Jakarta Timur, pada 5 Juni 2024.
"Terlapor dalam hal ini Sdr R. Melakukan modus operandi berupa sebagai penyalur tenaga kerja di sebuah Counter HP Mall Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur," ungkap Nicolas, pada Selasa (9/7/2024).
Dalam kasus ini, lanjut Nicolas, terlapor R yang merupakan karyawati gerai jual beli handphone tersebut, sudah memanfaatkan 26 data pribadi pelamar kerja untuk pinjaman online.
"Untuk jumlah kerugian sekitar Rp 1,1 Miliar," terang Nicolas.
Nicolas menjelaskan, sesuai dengan pemeriksaan para saksi, saat ini diketahui bahwa pelaku R melakukan perbuatan penipuan tersebut seorang diri.
"Sampai saat ini korban yang teridentifikasi oleh penyelidik sebanyak 26 orang dan belum ada penambahan," pungkasnya.
Sementara itu, korban ML mengungkapkan, aksi kejahatan itu dilakukan oleh karyawan counter HP di PGC berinisial R.
Awalnya, para korban yang berjumlah 26 orang tersebut, dijanjikan pekerjaan dengan syarat menyerahkan KTP asli dan handphone miliknya, bersamaan dengan surat lamaran kepada pelaku R.
Selain itu, para pelamar kerja juga diminta foto selfie dengan memegang KTP. Namun rupanya, data para pelamar kerja itu dipakai R untuk mengajukan pinjaman online.
Kemudian tanpa seizin dan sepengetahuan dari para korban, ternyata pelaku R juga telah menginstal aplikasi Pinjol di handphone milik para korban.
"Tiba-tiba ada transaksi tagihan pinjaman online dan kredit online, seperti ShopeLater, Adakami, Home Kredit, Kredivo, Akulaku dan lainnya," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





