Alasan di Balik Trump Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

AKURAT JAKARTA - Amerika Serikat secara resmi mengonfirmasi bahwa penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro didasari oleh serangkaian dakwaan pidana berat yang telah lama disusun oleh jaksa federal.
Senator Mike Lee mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah memberikan konfirmasi langsung mengenai penahanan tersebut, yang bertujuan untuk membawa Maduro ke hadapan peradilan pidana di Amerika Serikat.
Langkah drastis ini diambil setelah Departemen Kehakiman AS menuduh Maduro memimpin jaringan narkoterorisme internasional yang dikenal sebagai Cartel de los Soles.
Dalam dakwaan tersebut, Maduro dituding menyalahgunakan kekuasaan negara untuk memfasilitasi pengiriman ribuan ton kokain ke wilayah Amerika Serikat selama lebih dari dua dekade.
Baca Juga: Nicolas Maduro Akan Diadili di Amerika Serikat
Operasi militer skala besar yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump ini disebut sebagai upaya Washington untuk memutus aliansi gelap antara elite penguasa Venezuela, kartel narkoba, dan kelompok bersenjata.
Selain tuduhan narkotika, penangkapan ini juga dikaitkan dengan upaya perlindungan keamanan nasional AS, termasuk penanganan krisis migrasi dan ancaman fentanil yang dianggap berakar dari instabilitas di bawah rezim Maduro.
Presiden Trump menegaskan bahwa tindakan kinetik di lapangan merupakan langkah darurat untuk melindungi personel AS dan mengakhiri kebuntuan diplomasi yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Baca Juga: Trump Rilis Foto Penangkapan Nicolas Maduro di Atas Kapal Perang AS
Saat ini, Nicolas Maduro dilaporkan berada dalam tahanan militer di atas kapal perang USS Iwo Jima setelah diterbangkan keluar dari Venezuela bersama istrinya, Cilia Flores.
Penahanan seorang kepala negara aktif atas tuduhan kriminal ini menandai babak baru yang sangat sensitif dalam sejarah hubungan internasional di Amerika Latin.
Meskipun pemerintah Venezuela telah mengumumkan keadaan darurat nasional, pihak Amerika Serikat menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan Maduro menghadapi proses hukum atas dakwaan konspirasi narkoterorisme, penggunaan senjata mesin, dan kepemilikan alat peledak di pengadilan federal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






