Alasan Keamanan Nasional, Trump Terobsesi Rebut Greenland dari Denmark

AKURAT JAKARTA - Ketegangan diplomatik meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyuarakan ambisinya untuk mengambil alih Greenland dengan alasan keamanan nasional.
Pernyataan ini memicu reaksi keras dari para pemimpin wilayah tersebut dan Denmark, yang menegaskan bahwa kedaulatan pulau itu tidak untuk diperjualbelikan.
Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, secara terbuka mengecam ancaman Trump yang muncul pada awal 2026 sebagai sebuah "fantasi".
Ia menekankan bahwa hubungan diplomatik harus didasarkan pada penghormatan terhadap hukum internasional.
Baca Juga: Pakar Unpad Sebut Geopolitik Global Mulai Bergeser ke Persaingan Kekuatan
"Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi," tegas Nielsen dalam menanggapi klaim Washington.
Senada dengan Nielsen, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak hukum untuk mencaplok wilayah mana pun yang berada di bawah Kerajaan Denmark.
Keamanan Nasional Jadi Alasan Trump
Obsesi Trump terhadap Greenland kembali mencuat tak lama setelah serangan militer AS ke Venezuela.
Ia berargumen bahwa posisi geografis pulau tersebut sangat strategis untuk membendung pengaruh militer asing.
"Kita membutuhkan Greenland dari segi keamanan nasional. Saat ini, Greenland dipenuhi dengan kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana," klaim Trump kepada awak media.
Sementara itu, bagi penduduk lokal, gagasan menjadi bagian dari Amerika Serikat merupakan ide yang dianggap berbahaya.
Baca Juga: Alasan di Balik Trump Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Meskipun survei menunjukkan aspirasi kuat untuk merdeka dari Denmark, mayoritas besar warga tetap menolak bergabung dengan AS. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






